DUNIAKU YANG HILANG
Untuk memahami kesempurnaan hidupnya manusia harus belajar memahami kegagalan, rasa sakit, tak berdaya, lemah agar bisa mensyukuri segala yang telah didapatnya dan menerima bahwa bahagia dan sedih itu juga sebuah karunia.
Seluruh keluarga sudah berkumpul, kedua orang tua Kanaya dan kedua orang tua Thoriq. Mereka berbincang seperti biasanya, membahas kesiapan pesta pernikahan anak-anak mereka tiga hari lagi. Senyum bahagia mewarnai wajah kedua orang tua kecuali calon mempelai. Kanaya memperhatikan Thoriq yang sibuk dengan handphone-nya seperti biasa, menghindari percakapan yang menyangkut persiapan pernikahan. Kanaya mengumpulkan kekuatan untuk mulai bicara, ini saatnya ia harus mengambil ke
Bab Populer