Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mandat Langit

Mandat Langit

Pemuda itu menatap kami dengan tajam, seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi menahan diri karena tetua ada di depan. Tetua lalu berkata satu kalimat terakhir yang membuat semua orang diam. “Karena pesan ini menyangkut Mandat Langit.” Dan saat kata itu keluar, aku merasakan bahwa hidupku baru saja naik ke tingkat yang lebih tinggi. Tingkat di mana salah satu langkah saja tidak lagi hanya membunuh diriku, tetapi juga bisa membakar seluruh sekte.
430 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai kata kata langit senja
Baca
+Pustaka
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

kata Rafa pelan. Rendra menyalakan senter kecil dari ponsel. “Tenang, paling sebentar.” Mereka bertiga duduk di ruang tengah, hanya diterangi cahaya redup. Tidak ada TV. Tidak ada suara lain. Hanya hujan dan napas. “Aneh ya,” kata Rafa. “Dulu gelap kayak gini bikin aku mikir macem-macem.” “Sekarang?” tanya Anggi.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai kata kata langit senja
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

Aku mencari pinjaman ikat pinggang dan mendapatkannya dari teman sekelas Dito, yang aku sendiri lupa namanya siapa. Grup paduan suara diwajibkan menjadi choir pada setiap upacara bendera di hari Senin, aku satu grup dengan Irine, dia berdiri tepat di depanku, grup ini terdiri dari 15 orang, dibagi menjadi 3 barisan, jadi 5 orang setiap baris. Upacara dimulai, petugas sudah melaksanakan tugasnya masing-masinh dengan apik, begitu juga dengan grup paduan suara kami, yang memberikan energi dan kekompakan paling baik yang pernah ada. Sekarang, pasukan pengibar bendera berjalan dengan rapih menuju tiang bendera, kami bersiap menyanyikan lagu "Indonesia Raya", aku menarik nafas dalam-dalam, mataku
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai kata kata langit senja
Baca
+Pustaka
Unknown

Unknown

Mungkin di rumah lebih banyak imajinasi. Sial! langit sepertinya tidak mengijinkan aku pulang. Hujan memudarkan segalanya. Ilusi itu kembali hadir tepat di sebrangku. Rintik hujan nyaris menutup samar-samar indahnya. Percuma! Indahnya tetap terpancar bahkan seribu kali lebih cantik bersatu dengan hujan. Sial! Kali ini aku suka hujan. “Dea,,”sapaku yang tiba-tiba ada disana. Dea menengok heran dan terdiam agak lama “Bimo?”balasnya.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai kata kata langit senja
Baca
+Pustaka
Senja di Matamu

Senja di Matamu

Tania, putri PT. Kaito, sedang beristirahat selama dua hari di kediaman keluarganya untuk memulihkan dirinya. Dia menunggang kuda kesayangannya melintasi padang rumput, merasa segar dan penuh energi. Di lereng bukit, dia menarik kendali dan berteriak, "Baiklah! Aku siap!" "Cobaan apapun, silakan!"
23.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 929 kali sebagai kata kata langit senja
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Kakak Ipar

Terjerat Cinta Kakak Ipar

Tak tahu harus menjawab apa, Diandra hanya mengukir senyuman tipis sebelum kemudian melahap kembali sarapan miliknya, hingga ucapan Senja membuat atensi dia beralih. "Kamu harus tetap semangat ya, Di. Hidup kamu masih panjang dan aku yakin setelah ini akan ada pelangi buat kamu," kata Senja. "Kita berdoa sama-sama aja biar yang jahatin kamu dapat balasan setimpal." "Aamiin, Kak Senja, makasih banyak." "Semangat, Kak Di!" seru Kirania, ikut mendukung. "Jangan pernah ngerasa sendiri karena Kakak punya kita."
1033.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai kata kata langit senja
Baca
+Pustaka
O, Yang Mulia!

O, Yang Mulia!

seru Langit terkesan. Langit mengelus jenggot, seperti kebiasaannya saat dia serius memikirkan sesuatu. Langit benar-benar memikirkan nama yang cocok untuk sebuah karakter game. Namun ia merasakan sesuatu yang janggal saat jemarinya menyentuh dagu. Ia tidak menemukan jenggot tipisnya. Langit meraba dagunya sekali lagi dengan kedua tangan dan kejanggalan justru bertambah. Tidak ada jenggot di sana. Bahkan tidak ada kulit!
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai kata kata langit senja
Baca
+Pustaka
RENDEZVOUS

RENDEZVOUS

"Kanza please ngertiin gue ya? Ini buat diri lo, gue gak mau lo kenapa-kenapa lagi. Lo tahu gak sih bukan cuma gue yang marah tentang—" "Oke oke gue paham kok Mas, gue ngerti." Kanza tersenyum lembut ke arah Seno, ia tahu jika Seno mengkhawatikannya. Seno mengangguk, "Good. Lo mau makan apa, di sini menu terenak itu nasi goreng seafood. Mau gak?" "Boleh deh."
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai kata kata langit senja
Baca
+Pustaka
Senja di ufuk barat

Senja di ufuk barat

gumam Alana. Pagi itu cuaca sangat dingin dan mendung, Maria melihat dengan sendu langit yang sama-sama sedang pilu. "Bu.... Boleh aku masuk ?" tanya Alana lembut. "Ya sayang..." jawab Maria lemas. "Apa Ibu baik-baik saja ?" tanya Alana. "Ibu baik sayang.." jawab Maria tersenyum. "Kita cari angin yu...!" ajakku.
9.92.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai kata kata langit senja
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai kata kata langit senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status