Tersesat
ucap Banuwati.
"Tadinya gunting itu kuarahkan ke dadaku, untuk mengakhiri hidup. Namun kemudian, aku ingat penderiataan bapak." jawab Nay, sedih. Pikirannya kemabli menerawang ke Indonesia. Ia Ingat Zimat, demi keluarga dia hampir kehilangan nyawa. "Lalu, kenapa aku harus menyerah secepat ini?"
"Kau memiliki keteguhan hati dan punya cara sendiri membentengi diri." ucap Banuwati, di dalam hati. Nay hanya senyum-senyum mendengarkan. Dia memang mampu membaca pikiran Banuwati.
Hot Chapters