Om Bule Kekasihku
Kalimat itu jatuh di antara mereka seperti batu kecil yang dilempar ke danau tenang tidak menghancurkan, tapi menciptakan riak yang menyebar perlahan ke segala arah.
Nadia tidak langsung menjawab.
Ia berdiri, berjalan menuju jendela, memandang hujan yang turun semakin deras. Kepalanya penuh. Dadanya sesak.
“Hamburg,” ulang Nadiapelan.
“Duniamu.”
Daniel ikut berdiri, menjaga jarak satu langkah di belakangnya.
“Bukan hanya duniaku,” kata Daniel lembut.