Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Duka Cita

Duka Cita

“Ohh …” Cita memberi senyum datar, cenderung tidak ramah. “Saya ke dalam dulu, Mas. Dan, tolong jangan bilang siapa-siapa, kalau saya ngekos di sini. Saya jamin, saya nggak punya utang sama siapa pun. Jadi, saya ke sini bukan karena lari dari tanggung jawab. Permisi.” ~~~~
9.839.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 948 kali sebagai kata kata punk
Baca
+Pustaka
Kinan

Kinan

Nora Althea Skykaninakani
Cepat pilih yang kau mau Kinan merengek pelan. "Pria selanjutnya pasti lebih parah "Aku tidak punya banyak waktu, cepat pilih Kinan lagi-lagi mendengus kesal, ia menarik asal foto tersebut tanpa memikirkannya terlebih dahul "Emm, oke." Noah memperlihatkan foto pria yang harus Kinan temui besok. "Darren, 29 tahun, Koki di sebuah restoran ternama
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai kata kata punk
Baca
+Pustaka
Kerayon patah

Kerayon patah

tawa kecil keluar Ayo main game lah, inget terakhir kita main lo kalah sama gue ya " niki nyalakan leptopnya Itu kan online tan, lo jangan merasa sudah menjadi tuan master yang agung, gue kasian sama lo tan, gua nih mikirnya lo lagi kesusahan tan Mangkanya gue mengalah hanya buat menghibur lo, tau lo kaya gini mah gua bantai aja kemaren " ujar yuri mengelak
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai kata kata punk
Baca
+Pustaka
Karma Pedas Sang Mantan

Karma Pedas Sang Mantan

Satria hanya menaikkan satu alis, masih dengan ekspresi mengejek. Dira menunjuk Satria dengan telunjuknya, matanya berkilat. “Denger, ya, Satria.” Suaranya tajam, tegas, dan penuh bara. “Aku ini bukan barang. Aku bukan sesuatu yang bisa kamu pakai sewaktu-waktu lalu buang kalau udah bosan.” Ruangan benar-benar hening. Bahkan bunyi ketikan keyboard yang biasanya konstan kini lenyap.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai kata kata punk
Baca
+Pustaka
Ksatria Katana Kembar

Ksatria Katana Kembar

“Ini bukan tulisan, tapi titik-titik yang berurutan.” “Coba disenteri dari bawah. Biasanya kalau begini ada celah-celah cahaya,” saran Ragma. “Iya, coba dulu.” Zaki meletakkan senter ponselnya di bawah sampul kulit itu. Benar saja, titik-titik itu terlihat jelas. Keduanya memperhatikannya. Ragma mengambil pulpen dari tasnya dan mulai menyatukan titik-titik tersebut hingga membentuk sebuah nama. Mereka saling menatap setelah melihat hasilnya.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai kata kata punk
Baca
+Pustaka
Karma(penyesalan)

Karma(penyesalan)

Ia sama sekali tak tahu siapa yang mengadakan acara yang menyewanya itu. "Siapa nyonya? tanya Atika sambil terbata. "Herman Tika, yang menyewa catering kita saat ini, adalah Herman." Jelas Atika. Atika yang mendengar jawaban Amira, hanya membulatkan mulutnya. Ia tak percaya dengan apa yang Amira katakan.
1054.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai kata kata punk
Baca
+Pustaka
Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Kata itu selalu muncul dari mulut Mbak Meri -istri Kang Handoyo. "Ngapain pagi-pagi kesini? Bukanya kerja, malah bawa anak istri kesini. Kalau mau minta makan jangan disini. Ini bukan panti sosial!" hardik Mbak Meri. Tangannya memegang paha ayam goreng, mulutnya masih mengunyah. "Kang Handoyo, ada, Mbak?" Mas Rahman bicara gugup. "Nggak ada! Kakangmu itu rajin kerja, jam segini masih diladanglah nggak kaya kamu, pemalas!" cibir Mbak Meri menatap Mas Rahman dan aku jijik.
7.840.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 815 kali sebagai kata kata punk
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

tanyaku. "Emmm, orang tuaku bilang itu terjadi karena aku kekurangan vitamin..., vitamin..., ya pokoknya itulah," Rimba terlihat agak kesal karena gagal mengingat jenis vitamin. "Kenapa enggak dicat warna hitam aja?" penyakit kepoku mencapai stadium 4. "Kata orang tua ku enggak boleh, alasannya juga enggak jelas." Aku mangut-mangut mendengar penjelasannya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai kata kata punk
Baca
+Pustaka
Kafan Hitam

Kafan Hitam

Kilat amarah dan kebencian tampak dari matanya. “Kang,” panggil Mbah Atim sembari. “S*tan pisan si Jalu!” Mbah Jaja kembali memukul bilik. “Selama tiga tahun ini, Kang Jaja berubah menjadi makhluk hitam mengerikan, atau orang-orang desa ini menyebutnya jurig jarian (hantu selokan). Punten pisan, Kang.” Mbah Atim menunduk, memohon ampun, tak ingin berlaku kurang ajar.
9.775.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai kata kata punk
Baca
+Pustaka
Karma : Kubuat Kau Menyesal

Karma : Kubuat Kau Menyesal

Brak Brak Brak "Ma, tolong buka pintunya!" Alisha berteriak sambil terus mendobrak pintu gudang. Gaun pesta berwarna salem yang digunakannya mulai terlihat lusuh akibat debu yang menempel. Tak peduli akan suasana gudang yang gelap dan pengap, Alisha terus saja berteriak meminta tolong, namun sosok wanita yang berada di balik pintu hanya melengkungkan senyum seringai.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai kata kata punk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status