Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya
Kemeja hitam polosnya dibiarkan terbuka di bagian dada, memperlihatkan tato naga emas yang kini mulai berdenyut perlahan, memancarkan cahaya redup yang siap bergejolak.
Satria menuruni tangga vila dengan langkah kaki yang sangat sunyi, melewati ruang tamu yang gelap gulita, lalu membuka pintu kayu utama tanpa menimbulkan suara sedikit pun.
Hawa malam Jakarta Selatan di luar gerbang terasa sangat lembap dan dingin. Angin malam berdesir kencang, menggoyahkan dedaunan pohon beringin tua di seberang jalan. Satria berjalan santai melewati halaman rumput, dan pintu gerbang besi vila yang tinggi itu perlahan bergeser terbuka secara otomatis begitu mendeteksi kehadiran sang pemilik energi naga bumi.