Gadis Kesayangan Tuan Adrian
Terlihat berat, kokoh, dan keras untuk memecahkan kaca jendela.
Aku melepas genggaman tangan Kak Risa. “Sebentar, Kak.” Lalu, segera aku bergerak mengambil vas itu.
Walau berat, aku tetap berusaha mengangkatnya tinggi. Membawanya ke depan jendela, dan ... “Awas, Kak!” ... aku lemparkan vas tersebut ke kaca jendela.
PRANG!