Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Karma Pedas Sang Mantan

Karma Pedas Sang Mantan

Pikiran Dira mulai liar. Sialnya lagi, kopi yang dia aduk malah tumpah sedikit ke atas meja. Dira buru-buru mengelapnya dengan tisu. Saat itulah Lala muncul dari pintu belakang, dengan rambut yang belum sepenuhnya rapi dan ekspresi penuh selidik. “Tumben kamu pagi-pagi nongkrongin HP. Kayak anak ABG nunggu pacarnya bales chat.”
10910 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai kedai kopi harsa
Baca
+Pustaka
Upik Abu Mertua

Upik Abu Mertua

Di sana, ia melihat kopi sudah tersedia. "Kopi siapa ini? Pasti buatan Hafizah. Kebetulan sekali, aku memang ingin menghangatkan tubuh," kata Hafidz dengan senang hati, merasa bahagia mendapatkan kopi yang disiapkan untuknya. Dengan cepat, Hafidz menuntaskan kopinya dan tersenyum membayangkan wajah Hafizah yang penuh kekhawatiran terhadapnya. Dia terlihat cantik dan membuatnya terpesona.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai kedai kopi harsa
Baca
+Pustaka
Petaka Reuni

Petaka Reuni

Kalau saja mereka dua orang asing, mungkin Haris tidak akan kesal seperti sekarang pada Aris si artis itu. Satu hal yang membuat Haris sakit hati karena kafe baru milik Aris itu menarik hampir seluruh pelanggan kedai martabak milik ayahnya. Apalagi dia menjual menu martabak yang sama yang memiliki slogan harga merakyat. Kafe tersebut menyediakan menu martabak beraneka rasa bukan hanya martabak kacang, ketan, dan telur seperti di tempat kedai ayahnya. Kafe tersebut juga melengkapi dengan aneka minuman kopi dan Thai Tea yang sedang kekinian. Menu yang lengkap dan menggugah selera serta harga terjangkau. Apalagi tempat itu juga dilengkapi WIFI. Sangat lengkap dan membuat anak-anak muda betah un
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai kedai kopi harsa
Baca
+Pustaka
Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Asapnya menari pelan di udara, membingkai dua wajah yang duduk saling berhadapan. Zayyan duduk tenang, tangannya cekatan saat menuangkan kopi hitam ke dalam cangkir Mahesa. Gerakannya halus, nyaris meditatif, seperti barista profesional yang tahu persis bagaimana memperlakukan kopi dengan respek. “Ini dari biji kopi luwak produksi kami sendiri,” ujarnya sambil tersenyum kecil. “Pak Pradana, mau coba dan lihat apakah cocok di lidah Anda?”
1023.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 651 kali sebagai kedai kopi harsa
Baca
+Pustaka
Kopi dan Lemon:  Wanted Husband Series

Kopi dan Lemon: Wanted Husband Series

Kafe itu ia beri nama 'Kopi dan Lemon', yang menyediakan berbagai macam minuman panas dan dingin, mulai dari kopi hingga yogurt dan berbagai macam kue serta sandwich bahkan pizza. Ia tidak mempekerjakan bayak orang. Hanya ada tujuh orang termasuk dirinya sendiri. Terdiri dari satu chef utama yang merangkap pramusaji kadang-kadang, tiga pramusaji yang merangkap chef, satu satpam yang merangkap juru parkir dan juga OB lalu seorang lagi sebagai akuntan sekaligus marketing dan gudang. Ia sendiri menjabat sebagai manager dan yang menanggung berbagai macam hal yang menyangkut kafe, kadang ia juga mengerjakan pekerjaan kasar semisal mengelap kaca, seperti yang tengah ia lakukan saat ini. Ia telah m
1017.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 529 kali sebagai kedai kopi harsa
Baca
+Pustaka
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

“Apa kamu yakin?” “I-iya, lihat ini.” Sagara kembali meneguk kopi itu lebih banyak hingga sisa setengah cangkir. “Belum pernah aku merasakan kopi seenak ini. Kamu semakin pandai, serius.” Di tempat lain, saat Sagara sibuk menahan rasa aneh di lidahnya. Dalam pantri, Jaka dan Bu Ida baru kembali usai menyelesaikan urusan mereka masing-masing. Jaka yang hendak membuat kopi untuk melepas rasa kantuknya menemukan tempat kopi dan garam tak berada pada tempatnya. Dan tergeletak begitu saja di atas meja pantri.
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai kedai kopi harsa
Baca
+Pustaka
Istri Dadakan

Istri Dadakan

Sesampainya di cafe, Rachel terkejut saat melihat Alex tengah memesan kopi. "Lex..." Alex juga sama terkejutnya dengan Rachel. "Mau pesan kopi juga?" sapa Alex basa-basi. Rachel mengangguk pelan. "Yang biasa bukan? Cappucino late?" Rachel kembali mengangguk, menatap malu-malu ke arah Alex. Alex lantas menambah pesanannya. Setelah itu, ia mengajak Rachel duduk bersama sembari menunggu pesanan mereka. Rachel menurut, mengikuti Alex mencari tempat duduk.
1031.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 655 kali sebagai kedai kopi harsa
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

"Wah, kalau begitu kita bisa semalam suntuk duduk di sini, ya? Aku paling betah ngobrol kalau ada teman minumnya!" Pendekar Kera Sakti segera melambaikan tangan kepada pemilik kedai, ia memesan sepoci arak untuk diminum berdua. Melihat keadaan menyenangkan begitu, teman Panurata yang berbaju hitam jadi ikut bergabung. Baraka menerima teman Panurata dengan senang hati pula.
1028.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 566 kali sebagai kedai kopi harsa
Baca
+Pustaka
Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Aku setuju. Di kedai kopi di lantai bawah perusahaan, dengan ekspresi lelah, dia ragu-ragu dan bertanya padaku, “Jika ada kehidupan selanjutnya dan aku tidak mengucapkan kata-kata itu, bisakah ... kita tetap bersama?” Aku menundukkan kepala dan menyesap latte. Aku berkata padanya tanpa ekspresi, “Sifat manusia sudah tertanam dalam jiwanya, cepat atau lambat akan muncul. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini tidak ada gunanya.”
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai kedai kopi harsa
Baca
+Pustaka
Istri yang Tak Diinginkan dan Kembaran Rahasianya

Istri yang Tak Diinginkan dan Kembaran Rahasianya

Kursi-kursi kulit yang telah usang terasa nyaman dan lukisan lokal menempel indah pada dinding. "Selamat datang di Kafe Bija Kuprum!" Antusiasme sang barista tampak begitu asli, tidak dibuat-buat. Papan nama yang dia pakai bertuliskan "Anwar". Senyumnya sangat lebar saat dia menatapku dan bertanya, "Pertama kali di sini?" Aku mengangguk, entah mengapa merasa tersentuh dengan sambutannya. "Kalau begitu, kamu harus coba kopi andalan kami yang dibuat dari biji kopi Kombula dengan sentuhan vanila dan kulit jeruk. Percaya padaku, rasanya pasti bikin kamu ketagihan."
109.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai kedai kopi harsa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status