Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Handa

Handa

Di pojokan kafe Selo Ardi duduk sendiri sambil sesekali menyesap kopi yang tampak masih mengebulkan uap panasnya. Selo Ardi segera berdiri saat melihat kedatangan Harris, dan baru kembali duduk setelah Harris menjatuhkan bobot tubuhnya pada kursi yang terletak di depannya. Dan kini mereka berdua duduk saling berhadapan.
1034.3K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as kedai kopi harsa
Read
+Library
TAKDIR KEDUA

TAKDIR KEDUA

ujar Diandra lagi. Dirga terkekeh. “Ga apa-apa Mom, es aja.” “Ini kopinya produknya si Davi. Arabika Kintamani. Beda lho dengan rasa kopi yang lain. Davi ngambil dari petaninya langsung.” “Oh, Davi sekarang jualan kopi juga Mom?” tanya Andien. “Iya. Masih kopi kemasan sih, lagi nyari lokasi dia, mau buka café kecil katanya.”
1025.2K viewsCompletedAdded to Library 931 Times as kedai kopi harsa
Read
+Library
Pria Arogan Ayah Anakku

Pria Arogan Ayah Anakku

Ia terus menatap tas Rena penuh rasa penasaran. Tahu jika masih ada waktu sebelum Kelvin turun, akhirnya Haris kembali mengambil diary milik Rena dan memba di mana namanya tertulis. ~Gila aja pria bernama Haris itu. Tegasnya itu lebih mengarah galak. Masa iya aku di omelin gara-gara salah bikin kopi untuknya. Emang salahkan juga sih, bikin kopi lupa pake garam. Efek terpesona sama balok es.~
108.9K viewsOngoingAdded to Library 213 Times as kedai kopi harsa
Read
+Library
Baby Sitter Sang CEO

Baby Sitter Sang CEO

suara Haris terdengar. "Masuk Ris." Haris berjalan masuk lalu menyajikan kopi yang diminta oleh atasannya itu. "Ini Pak, yang buat anak pantry yang biasa lihat Reres buat." Saga mengangguk,kemudian segera mengambil cangkir kopi untuk segera menikmati kopi miliknya. Pria itu menyeruput kopi, terlihat kecewa. "Minta ulang, rasanya beda banget, terlalu encer, masih kemanisan."
1016.7K viewsCompletedAdded to Library 399 Times as kedai kopi harsa
Read
+Library
Bride For the Matchmaker

Bride For the Matchmaker

Nampaknya, meski terlihat polos, tapi Aura cukup cerdas. "Klien pertama yang harus kamu hubungi bernama Hans. Dia penyuka kopi hitam, jadi sajikan kopi Arabika Temanggung ketika dia datang," pesan Cakra, sambil memberi kode untuk menambahkan catatan di buku agenda. "Apa masih ada pertanyaan?" "Nggak ada, Den. Sudah cukup jelas." Aura menutup buku agenda, kemudian mendekapnya erat. Matanya memancarkan binar semangat.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 144 Times as kedai kopi harsa
Read
+Library
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

“Mas... aku... nyaris jadi seleb gaib.” Dimas menepuk bahunya. “Tapi kamu tetap jadi barista konten rasa.” Karina tersenyum. “Dan jujur aja... kamu jelek kalau disorot neon kuning.” --- Malam itu, mereka menyeduh kopi khusus: rasa pulang. Dan WarKoDuBa kembali hangat. Tanpa Toyo, tapi dengan harapan baru. Di dinding, Randi menempel catatan:
101.2K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as kedai kopi harsa
Read
+Library
Sekretaris Ceroboh Kesayangan Tuan Perfeksionis

Sekretaris Ceroboh Kesayangan Tuan Perfeksionis

Ia membuka bungkusan—isi lima cup kopi spesial dari kafe mahal lantai dasar dan sekotak donat yang biasanya hanya muncul saat ulang tahun direksi. “Siapa yang kamu racuni hari ini?” tanya Januar curiga. “Kamu. Maksudku, bantu aku sedikit aja, ya? Please? Nggak bakal ngerepotin! Cuma butuh kamu lacak satu email jahat dan kemungkinan pelakunya.” Januar menatap donat, lalu kopi, lalu Harika, lalu donat lagi. “Kopi ini latte gula aren tiga shot espresso?”
5.6K viewsCompletedAdded to Library 163 Times as kedai kopi harsa
Read
+Library
DALAM DEKAPAN WANITA MALAM

DALAM DEKAPAN WANITA MALAM

Keyra. Mereka memesan kopi robusta dan camilan khas di kafe lereng merapi itu, pisang goreng dan roti bakar selai kacang. Karyawan kafe itu tampak ramah, sesekali mengajak Damar berbasa-basi ringan. “Pak Damar tumben ke sini padahal bukan awal bulan?” Karyawati cantik yang mengenakan hijab itu bertanya. Senyumnya dibuat semanis mungkin.
9.914.3K viewsOngoingAdded to Library 556 Times as kedai kopi harsa
Read
+Library
Hello, My EX

Hello, My EX

sapa Tarra mengikuti logat Pak Narno, satpam kampus, ketika memanggil Rea. "Kopi, Re?" tanya Arsan. Rea mengangguk, meletakkan segelas kopi untuk masing-masing dari mereka. Rea hapal selera kopi teman-teman BEMnya karena Rea yang selalu membuatkan mereka kopi. "Gini, nih, enaknya punya partner kerja yang peka. Tahu aja kalau kita butuh kopi sama camilan," puji Tarra.
108.4K viewsOngoingAdded to Library 235 Times as kedai kopi harsa
Read
+Library
Kopi Pahit Di Tepi Sudiya

Kopi Pahit Di Tepi Sudiya

Kopi beraroma kuat yang aku sukai, asam dan pahit menyatu dalam pekatnya ampas. Kopi ini tumbuh berupa semak-semak berdaun hijau lumut yang menghasilkan biji-biji kecil berwarna hijau lalu berubah menjadi merah ketika siap untuk dipetik. Kopi khas Malayaka, ditanam oleh suku yang binasa. Aku menghela napas sejenak. Mereka benar-benar suku yang hebat. Aku sangat berterimakasih atas kopi mereka.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as kedai kopi harsa
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status