Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Tawanan CEO Kejam

Istri Tawanan CEO Kejam

Ekspresi wajahnya berubah drastis, dari kecewa menjadi penuh kemarahan yang hampir meledak. “Argh! Tristan sialan!” pekiknya, mengeluarkan kemarahan yang seolah sudah lama terpendam. Napasnya memburu, seakan setiap helaan udara yang ia hirup hanya menambah api yang berkobar di dalam dirinya. Amarah itu begitu kuat hingga ia merasa seakan akan meledak, dipenuhi oleh emosi yang tak terkendali.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 275 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Terjerat Hasrat Tuan Muda Kejam

Terjerat Hasrat Tuan Muda Kejam

“Aku ingin menghancurkannya! Aku ingin melemparkannya jauh-jauh!” Ada kemarahan murni dan tak terbendung dalam suaranya, sebuah emosi yang belum tersentuh oleh manipulasi obat-obatan. Caleb mengangguk, seolah telah menemukan apa yang dicarinya. “Kemarahan itu … itu adalah milikmu, Reve. Itu adalah kunci. Sekarang, mari kita cari tahu, apa yang membuatmu begitu marah?”
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Ketika Dendam Berbicara

Ketika Dendam Berbicara

Sejak awal aku hanya mencintai satu pria, yaitu Jonas. "Lalu, apa arti kebahagiaan kita selama ini?" "Hanya tipuan, itu bagian dari balas dendamku." Jerry tertawa dan menangis, tidak berani menerima kenyataan. Namun, aku tidak akan memberinya kesempatan lagi. Aku melambaikan tangan, lalu sekelompok pengemis masuk. Mereka adalah orang-orang dalam rekaman video itu. "Kalian tahu apa yang harus dilakukan, bukan?"
7.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 281 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Penyesalan

Penyesalan

komentar salah satunya sambil menggeleng-gelengkan kepala. "Bos, kalo lu udah bosen, kasih gue, ya!" yang lain ikut berkoar. "Enak aja! Gue baru pake sekali. Dan lu semua harus tau, ya, nih cewek masih virgin!" seru si Bos jumawa. "Gila! Lu merawanin anak orang, Bos?! Kalo dia hamil gimana?" "Lu pikir gue bodo! Ya gue main amanlah!"
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Hati yang Tersakiti

Hati yang Tersakiti

“Oh, ini toh orangnya?” Tanpa pikir panjang, Imah langsung menerjang Kiara. Dia berusaha melepas paksa helm di kepala Kiara. Namun kaitannya masih macet sehingga membuat Kiara menjerit kesakitan. “Mamih, jangan, Mih.” Wardi berusaha menghalangi istrinya yang membabi buta itu. “Ini salah paham, Mih.” “Hah! Berisik lu!” Imah melontarkan tangan kanannya yang langsung menghantam dagu Wardi.
1037.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 832 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
GADIS 100 KG

GADIS 100 KG

“Sampai kapan, Ay?“ Adeera sontak menyipitkan mata. “Sampai kapan apanya?“ “Sampai kapan aku bisa marah sama kamu? Sampai kapan aku berharap kalau kamu bakal cemburu sama aku? Sebesar apapun amarahku, pada kenyataannya tetap kalah sama cinta aku ke kamu. Dan aku pikir, kalau aku terus menjauh, kamu semakin sulit kugapai,“ jawab Elang diakhiri senyuman tipis. Adeera bergeming. Tangannya meremas tali sling bag, sementara pikirannya sibuk berkelana. “Jadi, kamu masih marah?“ tanyanya. “Aku nggak marah. Cuma kesel aja sama diri sendiri,“ jawab Reynan sendu. “Kok gitu?“ Adeera mengernyit. “Ya kesel aja. Kok aku bodoh banget, terus mencintaimu terlalu dalam. Saking dalamnya cinta aku ke kamu, aku
1015.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 480 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Antara Cinta dan Dendam

Antara Cinta dan Dendam

Seketika suara anjing menggonggong dari dalam sana. “Woy! Brengsek Wilson! Keluar kamu.” Dia memukul-mukul pagar menggunakan batu begitu keras. “Jangan jadi pengecut yang bisanya hanya menyakiti gadis lemah!” Hawa tubuhnya begitu panas oleh amarah yang meluap dengan dahsyatnya. Security dengan geram membuka pagar, “Mas sudah gila ya! Teriak malam-malam begini!” Suara anjing di dalam sana juga diam ketika ada yang menghentikannya.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Sekarang setelah aku rileks, aku berencana pergi ke Kota Yadam bersama Dhea, berkeliling provinsi sekitarnya. Saat aku menerima pesan atau panggilan telepon dari Andre di tengah jalan, aku langsung menutup teleponnya dan menghapusnya. Perilakuku yang tidak ingin berkomunikasi dianggapnya sebagai tanda cemburu. [Sudah berapa lama kamu marah? Apa belum cukup?]
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status