Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Antara Cinta dan Dendam

Antara Cinta dan Dendam

Seketika suara anjing menggonggong dari dalam sana. “Woy! Brengsek Wilson! Keluar kamu.” Dia memukul-mukul pagar menggunakan batu begitu keras. “Jangan jadi pengecut yang bisanya hanya menyakiti gadis lemah!” Hawa tubuhnya begitu panas oleh amarah yang meluap dengan dahsyatnya. Security dengan geram membuka pagar, “Mas sudah gila ya! Teriak malam-malam begini!” Suara anjing di dalam sana juga diam ketika ada yang menghentikannya.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Sekarang setelah aku rileks, aku berencana pergi ke Kota Yadam bersama Dhea, berkeliling provinsi sekitarnya. Saat aku menerima pesan atau panggilan telepon dari Andre di tengah jalan, aku langsung menutup teleponnya dan menghapusnya. Perilakuku yang tidak ingin berkomunikasi dianggapnya sebagai tanda cemburu. [Sudah berapa lama kamu marah? Apa belum cukup?]
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Bos, Kamu Terlalu Panas

Bos, Kamu Terlalu Panas

Ariana melihat kemarahan pada kedua mata Ken Anyu. “Aku sudah bilang semua itu hanya kebetulan! Aku tidak mungkin repot-repot menjemputmu, Ariana!” dicengkeramnya rahang Ariana, Ken Anyu mendekatkan wajahnya dan bibirnya ke bibir Ariana.
719.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 511 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Antara Dendam dan Penyesalan

Antara Dendam dan Penyesalan

Kemudian, dia membungkuk dan berkata dengan lembut di dekat telinganya, "Mengasihani musuh sama saja dengan bersikap kejam terhadap diri sendiri." Saking lembutnya, suara Harvey bahkan tidak terdengar ada kebahagiaan atau kemarahan. Akan tetapi, Selena tahu dia marah! Begitu marah. Selain hal-hal yang berhubungan dengan Selena, emosinya begitu bergejolak. Semakin dia marah terhadap orang lain, emosinya akan semakin tenang. Sembari memeluknya dengan erat, Selena memohon dengan lembut dan rendah hati, "Hanhan, Jarren nggak sengaja menyakitiku, dia masih anak-anak, jangan apa-apakan dia."
9.5979.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36.3K kali sebagai kemarahan
Tampilkan Ulasan (394)
Baca
+Pustaka
Pey hakiki
hai kak author, aku adalah salah satu penggemar berat novel kaka ini, tadi aku buka PF sebelah "orange", aku gk sengaja liat buku dengan judul " antara dendam dan penyesalan", aku cuma mau nanya apakah yang ulpoad disana kaka juga? , aku cuma khawatir ada yg plagiat novel kaka yang satu ini.
Rita Andriani
Novel ini selesai di bab 1674. Akhirnya selena menikah lagi dgn Harvey sirah mati di tembak sma lupa namanya tp itu loh laki2 yg nembak mati yg lindungi selena. Tp dia jg mati kakek tua dr tuan bennett yg dikira udh meninggal ternyata masih hidup. guru slena jg penjahat tp akhirnya dia jg mati
Baca Semua Ulasan
Hati yang lemah

Hati yang lemah

Sekarang yang Fera lakukan adalah merapat keujung kasur dan menjauhi Levi dengan teratur dengan wajah pucat pasi. "Tidak! tidak! siapa bilang gue cemburu! gue bahkan tidak mengenalnya kenapa gue harus cemburu? gue bahkan tidak mengetahui namanya dan dia itu hanya pelanggan gue di kedai dan kenapa pula gue harus repot-repot untuk cemburu! gue bahkan nggak tertarik dengan senyuman manisnya,cara dia memandang gue tadi malam dan segala sikapnya yang memang membuat sedikit terkesan dan pangling tapi gue nggak tertarik padanya walaupun gue ngerasa deg-deg-an tiap kali gue ngeliat dia, tapi tidak mungkin gue cemburu padanya, gue bahkan hanya mengenalnya tadi malam dan gue benar-benar tidak tertarik
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
MENIKAHI CEO AROGAN

MENIKAHI CEO AROGAN

"Buktikan padaku bahwa kemarahanmu lebih nyata daripada omongan kosong itu." ​Hasrat yang membara, dicampur dengan amarah yang mendidih, adalah campuran yang mematikan. Kevin melihat kilatan menantang di mata Marlina, dan kesabarannya runtuh. Dia tidak ingin lagi berdiskusi. Kevin tidak ingin mendengar lagi alasan yang sudah usang. Yang dia inginkan saat itu adalah keheningan, kepemilikan, dan pelampiasan untuk segala kekesalan yang selama ini wanita itu lakukan.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Kebohongan Busuk Suamiku

Kebohongan Busuk Suamiku

Gendis sama sekali tidak meluapkan segala emosinya secara membabi-buta. Istrinya itu hanya bertanya dengan suara yang tenang serta menusuk di setiap pertanyaannya. Sehingga, membuat Damar mati kutu. Namun, pria itu sedang mempersiapkan diri kemungkinan yang akan Gendis lakukan. Konon, kemarahan seseorang yang terlihat tenang itu lebih berbahaya dari pada orang yang meluapkan emosinya dengan membabi-buta.
6.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Dosen Killer

Menjadi Istri Dosen Killer

Rasa haru yang tadi memenuhi dadanya menguap seketika, berganti dengan rasa kesal yang luar biasa namun dibarengi dengan detak jantung yang menggila. ​"Bener-bener ya! Baru aja dipuji romantis, langsung kumat mesumnya!" Keira mengomel sambil menutup wajahnya yang kini sudah merah padam melebihi warna logo ponsel barunya.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Gairah yang Terpendam

Gairah yang Terpendam

Dalam hati yang bergemuruh penuh amarah. Memet (25 tahun) adalah lelaki berperawakan gagah dan tampan. Lelaki itu sangat ingin menikmati kencan pertamanya, tapi dia takut akan rasa yang tercipta saat ia bersentuhan dengan wanita. Lelaki itu takut bila nanti terjadi apa-apa dengan juniornya. Takut dengan rasa aneh yang tercipta saat bercinta. Pusinglah. "Sayang!" Panggilan Rosa membuat Memet terjaga dari lamunannya.
5.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Omega keeper Of Crystalon

Omega keeper Of Crystalon

Namun, pikiran mereka masih dipenuhi oleh keraguan dan kecemasan akan nasib teman mereka. Gema Kemarahan itu merasakannya. Ia meraung dalam keheningan, dan aura kebencian di sekelilingnya justru menjadi lebih kuat, lebih panas. “Salah! Salah semua!” seru Kai dari pinggir lapangan, suaranya terdengar seperti guru musik yang sangat frustrasi. “Apa yang kalian lakukan?! Itu bukan kedamaian, itu penekanan! Dan itu bukan kehangatan, itu rasa iba!”
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai kemarahan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status