DILEMA DUA HATI
Naima seakan-akan tak percaya dengan kata Dokter Can.
“Justru kalau sudah lama tidak berjumpa, sekalinya bertemu akan hmmm, gas terus sampai dapat. Maka dari itu rasanya secara logika agak sulit memahami kalau kau belum hamil juga, kecuali qadarullah, ya, kita mau bicara apa. Atau apakah jangan-jangan kau memakan sesuatu yang membuatmu sulit hamil? Ataaaaau, kalian ada program menunda kehamilan yang tidak dikatakan padaku. Coba terbuka di meja ini, sekarang, jangan malu karena memang tugasku membahas masalah reproduksi mulai dari setetes air sampai jadi bayi.” Can lebih menekan perkataan itu pada Sultan. Sebab tadi saat periksa bersama Naima, wanita tersebut antusias sekali ingin punya anak.
Chapitres populaires