Suatu Senja di Tanah Senja
“Cobalah untuk Bung menumpahkan segala yang mengganjal hati, cobalah menangis, tumpahkan segalanya dan enyahkan penderitaan itu. Tidak apa-apa. Ketika seseorang ingin tertawa dia hanya bisa menentang derai tawa. Tapi tidak begitu dengan menangis. Bung tidak perlu menentangnya. Lepaskan semua perasaan bersalah Bung terhadap ayah Bung, lepaskan semua itu, biarkan angin menerbangkannya. Menangislah, Bung. Menangislah. Tidak apa-apa.”
“Entahlah, Ana. Aku rasa sumur air mataku telah mengering. Aku ingin menangis tapi aku tak bisa. Itulah yang membuatku tersiksa. Aku mencintai ayahku melebihi hidupku dan aku tak bisa menangis untuknya.”
Hot Chapters