Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gapai Mimpi di Usia Senja

Gapai Mimpi di Usia Senja

Saldo di rekeningku sudah membuatku tenang kembali. Setelah itu, pandanganku tertuju pada sejumlah nenek berambut putih di depan gedung seni dan budaya. Mereka mengenakan pakaian cerah sambil membawa kipas. Senyuman di wajah mereka menggetarkan hatiku. Ketika masih muda, aku termasuk bunga desa. Aku pernah bergabung dengan grup seni, tetapi mengundurkan diri setelah menikah dan punya anak.
7.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai ketika senja
Baca
+Pustaka
Meniti Ulang di Usia Senja

Meniti Ulang di Usia Senja

Tetanggaku yang sebaya, Kak Linda, membuka pintu dan berkata dengan suara yang penuh semangat. "Dasar kamu, enam puluh tahun itu sudah tua, tapi bukan berarti mati! Hidup dua puluh tahun lagi bukan masalah, tapi siapa yang mau hidup dengan orang seperti kamu? Bertahan satu tahun saja sudah sulit!" "Beraninya berteriak di sini, aku malah merasa malu untukmu."
10.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai ketika senja
Baca
+Pustaka
Senja di Matamu

Senja di Matamu

Nina: [Chaz, di mana? Kok nggak melihatmu?] Chaz: [Aku sudah kembali ke mobil. Fans-mu terlalu banyak, nggak baik aku muncul.] Nina: [Kalau gitu, kita ketemuan di hotel saja.] Chaz mengirim emoji oke. Nina: [Sudah lima tahun nggak ketemu. Aku sudah sangat rindu.] Tania mencibir dan terus menyibukkan diri membuang barang-barang.
23.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 903 kali sebagai ketika senja
Baca
+Pustaka
Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Selama kamu masih hidup, aku nggak akan ampuni kamu. [ Evelyn, kembalilah. Buatkan bubur untukku. ] ... Sebagian besar pesannya adalah ancaman. Namun, seiring berjalannya waktu, dia makin cemas karena aku tidak membalas pesannya. Saat senja tiba, dia berdiri di depan dinding kaca dan menatap hamparan matahari terbenam dan bergumam pada dirinya sendiri, "Jadi, mau gimanapun, aku akan selalu jadi pihak yang dicampakkan? Evelyn, meski aku ini seekor anjing, kamu juga nggak mungkin campakkan aku dua kali, 'kan?"
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai ketika senja
Baca
+Pustaka
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Guru mulai memanggil peserta no 7 untuk maju dengan percaya diri Delia membacakan bait demi bait syair yang ia buat bersama Damar berjudul senja. Senja Kau memberikan ketenangan Datangmu penuh harap Meninggalkan kesepian Ketika kau pergi, Pertemukan ku dengan malam Senja aku tak ingin sendiri Penuh asa menunggu mu datang Memandang pelik di tepi Pantai Riuh suara desir angin Menyapu keheningan
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai ketika senja
Baca
+Pustaka
CEO Galak, Cintai Aku!

CEO Galak, Cintai Aku!

“Sen? Senja. Hei, ayo bangun.” Senja yang baru terlelap ketika jarum pendek pada jam berhenti di angka empat, mengerang pelan. Dia mengerutkan kening dan mengucek matanya. Kelakuannya persis seperti kucing yang sedang tidur dan diganggu oleh manusia. Kemudian, kedua mata Senja terbuka perlahan. Kerutan di keningnya semakin terlihat dan saat kesadarannya sudah datang sepenuhnya, Senja bangun dengan satu gerakan cepat.
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 352 kali sebagai ketika senja
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Tawa dan air mata bercampur menjadi satu, menciptakan simfoni emosional yang indah. "Ingatan-ingatan kita selalu terasa hidup ketika kita bersama," ujar Senja sambil menghapus air mata bahagia di pipinya. "Aku merasa seperti kembali ke masa-masa di mana kita tidak terpisahkan oleh jarak." Ketika senja mulai merayap masuk, mewarnai langit dengan warna-warna lembut merah dan oranye, mereka masih duduk di sana, tenggelam dalam kebersamaan yang hangat. Cahaya matahari yang memudar membuat suasana semakin intim, membalut mereka dalam keindahan senja yang tenang. Senja merasa bersyukur memiliki sahabat seperti Katrina, yang selalu ada untuknya, memberikan dukungan t
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai ketika senja
Baca
+Pustaka
Mahar Kedua

Mahar Kedua

Angina sepoi serasa menambah kenikmatan saat mengamati detik-detik pergantian sore ke malam hari. “Apakah ini menjadi senja terakhir kita?” Naina membuka suara. Lirih sekali. “Kita akan melewati senja di hari-hari berikutnya, Ina.” “Tapi senja di hari berikutnya kita tak lagi berdua,” ucapnya dengan suara parau.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai ketika senja
Baca
+Pustaka
SEHIDUP SEJANNAH

SEHIDUP SEJANNAH

Ersad tersenyum menanggapinya. Sementara Syma sendiri merasakan suatu yanga aneh didalam dirinya. Sebuah ketakutan. Takut dengan waktu yang akan bergulir cepat dan akan membuat mereka berpisah. Dan hal ini membuatnya sadar, bahwa ucapannya yang seolah memperlihatkan bahwa dia adalah wanita yang kuat, ternyata tidak sepadan dengan hatinya. 'Bersabarlah duhai hati, suatu hari akan hadir tempat terbaik yang dapat menjadi pelabuhan terakhirmu,' batin Syma menatap punggung suaminya yang perlahan menghilang.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai ketika senja
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

Di mana harga diriku sebagai istri? 💔💔💔 Terima kasih sudah membaca Ujung Senja. Semoga suka dan tetap mengikuti ceritanya. Jangan lupa vote, ya, teman-teman💜
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 328 kali sebagai ketika senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status