Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kami Bisa Tanpamu Mas

Kami Bisa Tanpamu Mas

Tok – tok – tok Aku ingin mengbaikan suara ketukan di depan pintu kamar kami, tidak ada yang boleh mengganggu kami, setidaknya sampai kami menyelesaikan pertempuran ini. Tok – tok – tok Kembali suara ketukan terdengar, aku yang terlanjur menikmati berusaha tidak menghiraukannya, namun tidak dengan Gianira, dirinya langsung melepas pagutan kami, mendorongku dari atasnya, hingga hampir terjengkang ke belakang.
1061.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai ketukan
Baca
+Pustaka
Menyerah

Menyerah

ucap Elman dingin, kemudian masuk ke dalam mobil dan menutup pintunya dengan sedikit keras. Edwin sedikit kaget mendengar suara pintu mobil yang berisik, dalam hatinya misuh-misuh. "Nggak takut kena karma ini orang! Memperlakukan perempuan seenaknya! Dia lupa, kalau punya anak perempuan!" Tapi kata-kata itu tak pernah terucap dari bibir Edwin, dia mana berani? Bisa dipecat Elman nanti. * * * * * * *
1017.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 537 kali sebagai ketukan
Baca
+Pustaka
Anak Kembar Tuan Miliader

Anak Kembar Tuan Miliader

Karena selain ketukan kaki Ben dan percakapannya dengan Frank, tak ada orang lain yang bisa memecah suasana aneh yang tercipta dari ketidaksengajaan ini. Akan tetapi, ditelinga orang orang yang mengetahuinya, ketukan sepatu itu tak jauh berbeda dengan musik kematian. Ketukan itu terdengar mengerikan, seolah siap mencabut nyawa mereka kapan saja. Terdengar berlebihan memang, tapi itulah faktanya. Banyak orang yang memiliki nasib yang "buruk" setelah Ben mengetukkan lantainya seperti yang ia lakukan saat ini.
8.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai ketukan
Baca
+Pustaka
RETAK

RETAK

"M--maaf, kang. Saya tidak sengaja." "Lain kali kalo jalan tuh lihat ke depan, jangan fokus ke HP mulu. Nanti dijambret baru tahu rasa!" ketus laki-laki itu yang kembali berjalan melewati Vitaloka. Vitaloka menatap punggung laki-laki itu yang sudah menjauh. Dia tidak sempat melihat wajah dari orang yang tak sengaja ditabraknya. "Orang enggak sengaja juga," gumam Vitaloka.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai ketukan
Baca
+Pustaka
JIWA-JIWA YANG MALANG

JIWA-JIWA YANG MALANG

Lantas pria itu terbangun dalam satu kesadaran, kala sang mentari nun jauh telah nampak menyapa setiap pucuk-pucuk ilalang, bagai api yang berkobar menghangatkan penghidupan, maka secepat ini kah waktu itu berjalan? Sialnya bunyi ketukan terdengar begitu keras dari balik pintu rumahnya, jika harus dipikir-pikir siapa orang gila yang membuat kebisingan sepagi ini? Lantas dengan keadaan setengah marah Kelv membalasnya dengan sebuah tendangan dari dalam, sontak suara ketukan itupun menghilang. “Brengsek!” Makinya dalam hati sembari membaringkan kembali tubuhnya.
9.53.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai ketukan
Baca
+Pustaka
Pekik Ketakutan

Pekik Ketakutan

Pikirnya. Ketika setengah dari pasukan Raja Borate telah memasuki kota, Ratu Anggini memberi isyarat kepada anak buahnya untuk membunyikan peluit. “Tuiiiii!” Mendengar isyarat itu penjaga pintu gerbang yang sedari tadi sudah bersiap, melepaskan kunci penahan gir pintu. Seketika itu juga sebuah pintu besi yang berat, lapisan kedua dari gerbang utama meluncur cepat. Sisi bawahnya terpasang besi-besi berujung runcing, menghujam pasukan musuh yang sedang sial berada tepat di bawahnya. “AAAAKKH!” teriak para korban kaget. Tulang mereka berkeretak patah hancur, tertumbuk. Mereka mati seketika.
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai ketukan
Baca
+Pustaka
Patah

Patah

“Sorry fot that. But not for the kiss and hug.” Hah? Ap… apa… apa maksudnya? Tapi Nayara tidak sempat bertanya karena Manggala kadung melangkah cepat meninggalkannya sendirian dengan pernyataan yang … Ah sudahlah. *** [1] Massitge deuseyo (Korea) = Selamat menikmati Bersambung
1028.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 934 kali sebagai ketukan
Baca
+Pustaka
Sumpah Terkutuk

Sumpah Terkutuk

Sumpah Terkutuk bab 9 Perempuan bermata bulat itu hanya bisa menganga. Sekujur tubuhnya gemetaran, melihat kapak yang tertancap tepat di samping kepala kanannya. "Bos ... tolong, ampuni aku. Aku gak mau mati," rengek si perempuan. Perlahan Vino mendekati, lalu menatap tepat di wajah si petempuan.
9.83.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai ketukan
Baca
+Pustaka
Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!

Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!

Tok tok tok tok. Ketukan itu tidak sopan. Bukan ketukan pelayan yang biasa—tiga ketuk pelan, berjarak, menunggu jawaban. Ini empat ketuk keras berturut-turut yang membuat Alize langsung membuka matanya dari tidur yang belum sempurna. Di sisinya, Corentine sudah duduk.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai ketukan
Baca
+Pustaka
Balas Dendam sang Kultivator

Balas Dendam sang Kultivator

Dengan satu sentakan kehendak, ia memberikan sinyal. BAM! Di ujung ngarai, sebuah ledakan tumpul yang nyaris tak terdengar terjadi. Itu bukan ledakan yang keras, hanya sebuah getaran kecil. Namun getaran itu cukup untuk menggoyahkan bongkahan batu kunci yang telah Rayden pilih dengan saksama.
1012.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 363 kali sebagai ketukan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status