Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Serendipity in Magnanimous

Serendipity in Magnanimous

Geser dikit tuh pantat, langsung mampus! Ya, karena yang mereka hadapi sekarang adalah iblis kelas atas. Bu Damara yang sedang gencar berkhotbah di depan sana mengenai materi PPKN dengan mata elangnya yang dapat mengeluarkan laser pembunuh bila melihat sedikit saja gerakan kecil yang mencurigakan.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai khotbah di bukit
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Sujud

Di Antara Dua Sujud

Aku melemparkan senyuman yang ku rasa, ini senyuman terindah. Aku duduk berhadapan dengannya. Jantungku semakin kencang berdetak. Dia menatapku. Air mata mengalir di pipinya. “Jangan menangis,” ucapku dengan pelan. Aku menyentuh kepalanya dan membacakan beberapa doa. “Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih.”
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai khotbah di bukit
Baca
+Pustaka
NIKAH? TAPI BOHONG!

NIKAH? TAPI BOHONG!

Kahfi mengakui dan menyadarinya. Hingga setelahnya, saat Kahfi sedang asik menscroll akun sosial medianya di ponsel, sebuah ceramah muncul di sana dengan tiba-tiba, di mana caption nya berisi tentang bahaya dan dosa besar mempermainkan sebuah pernikahan. Kahfi masih tertegun mendengarkan isi ceramah tersebut, ketika suara Sitta tiba-tiba memanggilnya. "Fi, ayo jalan, pesawatnya udah dateng tuh."
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai khotbah di bukit
Baca
+Pustaka
Panglima Kalamantra

Panglima Kalamantra

“Di mana Puri Api berada?” Haridra menunjuk sebuah bangunan di puncak bukit bak kastil dengan menara yang tinggi menjulang. Di sekitar puri tak ada api yang menyala dan mengelilinginya seperti penjelasan Haridra sebelumnya. “Ini sedikit mengejutkan, jika api abadi bisa padam.” Haridra terlihat gelisah. “Kita ke sana dan periksa! Para warok, tolong berkeliling untuk mencari warga yang masih bertahan dan membagikan bahan makanan.”
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai khotbah di bukit
Baca
+Pustaka
Nature Squad

Nature Squad

Diantaranya do'a untuk pengampunan dosa, do'a syafaat, dan doa syukur dan dilanjutkan dengan pembacaan alkitab. Kedua tangan Binar memegang alkitab, obsidian kembarnya membaca dengan penuh khidmat dan keimanan. Lalu kedua telinganya mendengarkan khotbah yang disampaikan pendeta. Tidak ada pikiran duniawi, semua pikiran dan hatinya ia fokuskan hanya untuk memuji Tuhan.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai khotbah di bukit
Baca
+Pustaka
The Nine Tails of Time Traveler

The Nine Tails of Time Traveler

Dipenuhi dengan hutan yang sangat lebat, bahkan tak menyisakan perkampungan sekalipun. Di ujung bukit, sebuah gubuk tua telah menanti mereka. Sebuah tongkat itu berdiri tegak dengan wujud hitam yang tampak menggeram. “Jangan pernah memanggilku di waktu terik matahari!!” gertak si iblis kepada Go Jo Woo. Go Jo Woo mulai terlihat dengan merundukkan tubuhnya sesaat. “Kau mungkin bisa membentakku seperti itu. Tapi, kau tidak akan mengetahui kalau kita itu sama,” ungkap Go Jo Woo.
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai khotbah di bukit
Baca
+Pustaka
JODOH-JODOH DARI TUHAN

JODOH-JODOH DARI TUHAN

ajak Afifah. Setelah mendapatkan pinjaman sepeda motor, Afifah dan Mayang pergi berkendara berdua menuju rumah ustadz Rahmat, atau kadang-kadang orang memanggilnya ustadz Hamid. Mayang dan Afifah berkendara menuruni jalanan perbukitan itu, jalanan memang sudah di aspal rapi jadi tidak begitu berbahaya bagi mereka berkendara berdua. Rumah yang akan mereka tuju memang berada di bagian bawah sana, bukan ada di puncak bukit, tempat mereka melakukan KKN. Mungkin beda RW atau kelurahan saja.
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 404 kali sebagai khotbah di bukit
Baca
+Pustaka
Kasih Abadi

Kasih Abadi

Kata Kasih Senja yang ingin membalas perketan Kasih terhenti karena bekapan tangan Sedia. “Stooop! Lu jangan mengalihkan pembicaraan ya.” Kata Sedia. “Setuju.” Kata Kasih. Senja yang mendengar ucapan kedua temannya pun segera memindahkan tangan Sedia yang tadinya membekap mulutnya. “Kalau lu bekap mulut gue. Gimana gue bisa cerita?” kata Senja “Sekarang lu certain gimana bisa ada foto abang gue di HP elu.” Tanya Sedia.
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai khotbah di bukit
Baca
+Pustaka
Perjalanan Sang Perukiyah

Perjalanan Sang Perukiyah

katanya. “Insyallah aman …,” balas Ustadz Fathur. Lalu berjalan keluar kamar menuju belakang rumah. Kedua mata lelaki itu menatap sekitar yang terlihat gelap. Ada hutan bambu yang masih banyak bambunya. Kemudian sebelahnya ada hutan jati yang tersusun rapi. “Bismillah ….” Ustadz Fathur membacakan beberapa doa. Kemudian mulai membakar buhul tersebut. Sementara itu, Paklek Bimo yang berdiri di belakang Ustadz Fathur menatap resah.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai khotbah di bukit
Baca
+Pustaka
Dibalik Panggung, Aku kehilanganmu

Dibalik Panggung, Aku kehilanganmu

Hampir seperti ritual kecil yang khidmat. “Suaramu yang membawa kamu sampai ke sini.” Nada suaranya lebih dalam dari biasanya. “Dan aku mau kamu terbang lebih tinggi dari hari ini.” Yuha memegang sisi headset itu. “Kenapa Fly Higher?” Suho menatapnya. “Karena dunia di depanmu jauh lebih besar dari bukit ini.” Angin kembali berhembus. Suara kota samar terdengar dari bawah bukit.
545 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai khotbah di bukit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status