Dendam Sang Pewaris Leluhur
Kiai Rahman mendengarkan dalam diam, lalu berkata pelan,
“Gelang itu bukan sekadar pusaka. Ia penghubung antara dunia dan darah leluhurmu. Tapi ingat, kekuatan sebesar ini hanya akan tunduk pada hati yang tenang.”
Ratna menunduk. “Apa yang harus saya lakukan, Kiai?”
“Berzikir. Bersihkan jiwamu. Hanya dengan cahaya Ilahi kau bisa menyingkap tabir kegelapan itu.”
Dalam ritual itu, Ratna memejamkan mata, mengikuti lantunan doa. Suara Kiai Rahman menggema lembut, menembus batinnya.
Tiba-tiba, dunia di sekelilingnya berubah menjadi hitam. Udara membeku. Suara tawa berat mengguncang ruang itu.
Bab Populer