PETI KE-13
Ia berjalan cepat di bawah hujan tipis, mengambil ponselnya dan mengetik satu nama.
“Ustadz Rahmat.”
Ia adalah sahabat lamanya sejak SMA. Orang yang sederhana, tapi berilmu. Tak suka main-main, tapi punya pemahaman mendalam soal hal-hal yang tak terlihat, terutama apa yang seharusnya tidak dilawan dengan ritual gelap.
Setelah beberapa dering, suara berat dan lembut menjawab,
“Assalamu’alaikum, Za.”
Hot Chapters