Koma
Aduh, sepertinya dia mendengarku, kalau aku kasih tahu pasti keponya kambuh.
"Bukan apa-apa kok," kilahku.
"Oh," balas Rimba terlihat tak peduli.
Apa? Hanya oh, saja. Bagus lah, dia tak seperti gadis kebanyakan, punya kepo akut.
Iya, aku juga punya penyakit kepo.
Suasana kembali sunyi, aku suka. Tapi, sunyi, bersama Rimba rasanya aneh.
"Gue boleh datang kesini setiap hari enggak?"
Hot Chapters