Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menjadi Madu

Menjadi Madu

Aku teringat, aku hendak membeli madu dan sari kurma untuk Bibik Saroh karena kemarin beliau mengeluh kurang enak badan. Akhirnya aku pun diturunkan di depan apotek oleh Bu Sintia dan suaminya. Setelah membeli madu dan sari kurma, aku segera pulang, kulihat di jam tanganku sudah jam delapan lebih, bahkan sudah hampir jam sembilan malam. Tepat jam sembilan sebelas menit aku sampai rumah. Kulihat masih tidak ada mobil Gus Ibrahim di garasi mobil.
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai kisah nyata pabrik gula
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Jadi Madu

Diam-Diam Jadi Madu

Suara gelas pecah beriringan dengan kemunculanku di hadapan Andrian. "It-u kamu" Andrian terbata-bata. "Why?" ujarku tanpa suara. "Aku kaget kamu muncul tanpa aba-aba" ucap Andrian sambil memungut pecahan gelas kaca itu. "Apa kamu pikir kita akan berlomba lari sampai mebutuhkan aba-aba" elakku. Memang aku mungkin tadi mengagetkannya. ----------------- Aku membawa Andrian ke sebuah tempat diamana aku dan Mas Indra mengurus ibu dan adiknya.
1012.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 466 kali sebagai kisah nyata pabrik gula
Baca
+Pustaka
SEKELIP MATA CRAZY RICH

SEKELIP MATA CRAZY RICH

Sepenuhnya ia mendapat data tentang Meilana. Itu adalah pulau kecil dan tidak susah mendapatkan alamat tempat ibunya bekerja. Andika menatap alamat kantor itu. Sebuah perusahaan kecil, namun sebenarnya besar yang berkantor pusat di Singapura . Menambang batugranit yang diekspor Singapura, untuk pembangunan gedung gedung bertingkat tinggi. Ia minta izin untuk bertemu dan segera mengetahui dengan siapa dia berbicara. Pimpinan kantor mengizinkan dan memberikan tempat yang tenang diruangan tamu.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai kisah nyata pabrik gula
Baca
+Pustaka
Misteri Rumah Mewah di Perkebunan Sawit

Misteri Rumah Mewah di Perkebunan Sawit

Tak lupa aku membeli roti kering, roti empuk jajan pasar dan makanan ringan lainnya. Setelah selesai belanja aku membeli es batu di salah satu warung yang berada di Desa Weringin–desa tempat tinggalku sekarang. Kata Mas Halid, perkebunan itu masih masuk Desa Wringin. "Oh, Mbak Miska ini istrinya Halid yang kerja di perkebunan sawit itu?" "Iya, Bu, baru semalam kami sampai." "Iya Mbak, Mas Halid semalam beli bensin untuk isi genset. Cukup lama Mas Halid ngobrol sama suami saya."
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai kisah nyata pabrik gula
Baca
+Pustaka
Too Good To Be True

Too Good To Be True

Tentu saja kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Nindya. Betapa dia sangat bersyukur waktu itu. Bersyukur karena bisa tinggal bareng lagi dengan Ibu dan mendapatkan pekerjaan pula. Setidaknya dia tidak menganggur setelah tidak lagi bekerja dii pabrik konveksi. Ibu menempati rumah Mess berukuran tipe 36 di sekitar pabrik. Sudah cukup lama Ibu bekerja di Pabrik itu. Pabrik pengolahan susu dan produk turunannya yang sangat terkenal di wilayah Cianjur. Nisa ingat, Ibu sudah bekerja di pabrik itu ketika dirinya baru lulus SMP. Saat itu pabrik masih berupa industri rumahan biasa berskala kecil. Waktu itu pula dengan tekad sekuat baja, Ibu memutuskan untuk bekerja di tempat itu. Terpisah dari Nind
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai kisah nyata pabrik gula
Baca
+Pustaka
Kembalinya Janda Terkaya

Kembalinya Janda Terkaya

Glara mengangguk, ia mengusap puncak kepala Gama gemas. Mereka menghabiskan waktu saling bercerita satu sama lain, Glara juga menceritakan pengalamannya ketika bekerja di pabrik Jepang. Ia sedikit banyak mempelajari sistem yang ada di sana, Glara pun berniat untuk mencoba menerapkan di perusahaannya agar berkembang semakin pesat.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai kisah nyata pabrik gula
Baca
+Pustaka
Poison (Racun untuk Maduku)

Poison (Racun untuk Maduku)

jawab salah satu dari mereka. "Itu masih mending dan masuk akal, Nyonya. Di pabrik gula tebu, gaji kami juga dipotong. Tapi kami tak diberi alasan jelas kenapa gaji kami dipotong, padahal perusahaan tidak mengalami kerugian ataupun penurunan laba. Perusahaan gula tebu malah mengalami peningkatan produksi dan penjualan, Nyonya," timpal yang lainnya.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai kisah nyata pabrik gula
Baca
+Pustaka
Jerat Kematian CEO Maut

Jerat Kematian CEO Maut

Aku tidak peduli! “Perusahaan pertama yang aku dirikan adalah perusahaan gula tebu di masa penjajahan Belanda. Aku memiliki koneksi yang baik dengan para petinggi Belanda. Mereka tahu identitasku yang sebenarnya dan takut padaku. Maka mereka lalu rutin menyuplai korban padaku, yang adalah para pribumi yang diculik dari keluarganya. Dengan tuduhan yang dibuat-buat, atau karena mereka memang murni memberontak. Aku tidak pernah kekurangan suplai darah segar. Itu adalah masa kejayaanku.”
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 296 kali sebagai kisah nyata pabrik gula
Baca
+Pustaka
Nafkah yang Disunat Suamiku

Nafkah yang Disunat Suamiku

Tangannya bergerak meraih kertas di depanku. "Wih, ada yang mau borong, ya?" Aku belum berkomentar, masih mode shock. Kadang seperti jelangkung juga suamiku yang unik ini, tiba-tiba datang mengagetkan seperti barusan. "Gula pasir sekarung, nggak salah kamu Dek? Bisa sakit gula ini kebanyakan makan gula." "Ya, itu buat usaha Mas, kalau buat dipakai sendiri ya beli sekilo juga cukup," jawabku, tapi dalam hati saja. Aku mau dengar komentar selanjutnya.
1029.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 846 kali sebagai kisah nyata pabrik gula
Baca
+Pustaka
Luka Istri TKW Yang Dikhianati

Luka Istri TKW Yang Dikhianati

Di rumah memang ada motor vixion, tapi aku gak bisa mengoperasikannya. Sampai di tempat tujuan ... Setelah menurunkanku di lokasi, pria yang tak kuketahui namanya menghilang entah kemana. Sedangkan aku berkumpul dengan yang lain, mencari Santi. Pabrik ternyata dibangun di pinggir kebun pisang yang begitu luas. Hasil dari kebun pisang itulah yang nantinya diolah dipabrik, jadi aneka produk makanan, lebih tepatnya produk makanan yang terbuat dari pisang. Pantas saja, sang empunya pabrik meminta agar warga sekitar yang bekerja.
1017.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 537 kali sebagai kisah nyata pabrik gula
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status