Pesan Kotor Di Laptop Anakku
Gadis berambut keriting yang dikuncir kuda itu langsung mengangguk paham.
“Lho, Ika. Ini kan, pemberian papimu. Masa kamu mau bagi-bagikan ke kita? Lagian, kenapa mamimu harus marah segala?” Dinda melayangkan protes kritisnya. Kikan pun buru-buru menyela sang sahabat.
“Hus, kamu belum paham ceritanya, Din!” bentak Kinan dengan nada yang agak tinggi.
“Makanya, ceritain dong,” rengek Dinda kepadaku sambil beralih menggamit lengan kananku. Aku melirik ke arahnya. Menatap gadis itu dengan wajah agak risih.