Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Takdir Dinda

Takdir Dinda

Bapak keluar, pasang muka kurang senang, Aning dan Lesta tidak ditegur. Dinda sedih sekali, padahal dia datang karena bentuk cintanya pada sang mertua, ternyata tidak sesuai harapan. “Mau apa kesini,” tanya bapak datar. “Anak-anak kangen,” jawab Dinda terbata-bata. “Kangen duitmu pi,” kata Suaria menjawab dari dalam. “Ya sudah Dinda pulang, senang melihat bapak sehat.”
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai kisah untuk dinda bab 7
Baca
+Pustaka
Cintaku Terhalang Weton

Cintaku Terhalang Weton

Pak Bambang memerintah seraya membantu Agil berdiri saat membopong tubuh Dinda. Dalam pelukan Agil, Dinda berpikir tentang haidnya. Dia baru ingat kalau haidnya sudah telat dua Minggu sejak berhubungan badan dengan Wira. Dalam hati ia merutuki kebodohannya. Setelah membaringkan Dinda di sofa, Agil menyodorkan makanan favorit Dinda. "Makan lah. Badanmu lemas begini."
1012.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 473 kali sebagai kisah untuk dinda bab 7
Baca
+Pustaka
Menantu Miskin Itu Ternyata Sultan

Menantu Miskin Itu Ternyata Sultan

Seru Bu Marni dari arah belakang. “Tidak apa-apa, Bu. Itu cuma satu ember kok. Nggak berat. “ Jawab Dinda. Dia kemudian pergi untuk menjemur pakaian di belakang rumah. Namun tiba-tiba Dinda berteriak dan terdengar suara orang terjatuh. Ibu seketika berlari menyusul Dinda. “ Dinda! Ya Allah, Ya Robbi!” Ibu berteriak histeris ketika melihat Dinda sudah terduduk di tanah dengan darah yang mengalir dari pahanya.
9.7205.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.1K kali sebagai kisah untuk dinda bab 7
Tampilkan Ulasan (39)
Baca
+Pustaka
Nur Hidayah
jd kasian sama ibu Rita, tapi biarlah dulu biar jadi pelajaran buat bu Rita dan silvia supaya tidak menilai orang dari luarnya saja. semangat mia, semua kesedihan dan penghinaan selama ini terbayarkan oleh suamimu gara.
anitasaja0086
Novel ini berbeda dari yang lain. Tak ada dendam didalamnya. Yang buruk berakhir baik. Terimakasih Thor. Novel pertama' yang saya baca di apk ini. karena sangat penasaran dengan promo disosmed. Dan ternyata tak kecewa membacanya. Puas banget.
Baca Semua Ulasan
Satria Idaman Wanita

Satria Idaman Wanita

"Gue gak balik ke terminal. Sumpah deh. Ini ceritanya panjang banget, Din. Lu pasti gak bakal percaya." "Ya makanya cerita! Jangan main ngilang aja lu kayak buronan mertua," omel Dinda masih sewot. "Gue pulang ke kosan niatnya mau bawain lu nasi padang, eh kamarnya udah kosong melompong."
1038.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai kisah untuk dinda bab 7
Baca
+Pustaka
Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Gadis berambut keriting yang dikuncir kuda itu langsung mengangguk paham. “Lho, Ika. Ini kan, pemberian papimu. Masa kamu mau bagi-bagikan ke kita? Lagian, kenapa mamimu harus marah segala?” Dinda melayangkan protes kritisnya. Kikan pun buru-buru menyela sang sahabat. “Hus, kamu belum paham ceritanya, Din!” bentak Kinan dengan nada yang agak tinggi. “Makanya, ceritain dong,” rengek Dinda kepadaku sambil beralih menggamit lengan kananku. Aku melirik ke arahnya. Menatap gadis itu dengan wajah agak risih.
1065.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai kisah untuk dinda bab 7
Baca
+Pustaka
Rahasia Si Gadis Cupu

Rahasia Si Gadis Cupu

Clarissa menyindir Dinda karena kasus tadi, Dinda hanya menelan salivanya. Clarissa, Stephanie, Nadia pergi meninggalkan Dinda sendiri depan samping toilet. Dinda hanya menunduk memainkan jarinya, ia tidak tahu harus apa. Dinda kemudian menarik nafasnya berat, “Sabar Dinda, kamu pasti bisa lewati masa SMA ini!” semangatnya. Kella yang di dalam toilet segera buru-buru keluar. Kella menatap lurus, matanya penuh dendam dan amarah. “Kita lihat saja kalian berlima!” gumamnya dengan tangan mengepal.
4.1K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai kisah untuk dinda bab 7
Baca
+Pustaka
Ceraikan Aku, Jika Sudah Tidak Cinta

Ceraikan Aku, Jika Sudah Tidak Cinta

pintanya pelan, tetapi ada sesuatu dalam nada suaranya yang membuat Endang yakin ada cerita lain di balik pertanyaan itu. Endang menghela napas, memiringkan tubuhnya sedikit untuk lebih fokus ke putrinya. "Kalau itu memang benar terjadi, Mama pasti akan tanya langsung ke orang itu. Mama nggak bisa diam saja. Tapi, ini kamu kenapa, Din? Jangan-jangan ini ada hubungannya sama seseorang yang kamu kenal?" tanyanya, nadanya lebih serius sekarang. Dinda mengangkat wajahnya, mata mereka bertemu, tetapi ada keraguan di dalam tatapannya. "Nggak, Ma… Aku cuma dengar cerita temanku," jawabnya lirih.
1032.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 896 kali sebagai kisah untuk dinda bab 7
Baca
+Pustaka
Cinta Segitiga Dalam Keluarga Tiri

Cinta Segitiga Dalam Keluarga Tiri

Nana memberi Mbak Wiwin waktu istirahat. Dinda yang sudah pintar berjalan, melangkah menuju jendela. Meletakan kertas origami yang tidak berbentuk di sana. Tiba-tiba Dinda menjerit kencang. Tangisnya pecah tidak lama kemudian. Nana segera berlari menghampiri si bungsu. “Ada apa sayang?” tanya Nana khawatir. “Ntu.” Tunjuk Dinda ke jendela.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai kisah untuk dinda bab 7
Baca
+Pustaka
Nikah Yuk!

Nikah Yuk!

Pria itu lalu naik ke atas ranjang dan duduk bersandar. “Gak.” Dinda jual mahal. “Ah, masa?” Rendra menggoda. “Enggak.” Dinda semakin menekankan suaranya. “Masa sih?” “Ya udah kalau gak percaya.” Dinda memanyunkan bibirnya. “Tapi Ibu bilang, Adek kemaren nyari-nyari Abang?” Dinda tidak mampu lagi mengelak, dia sudah tertangkap basah. Apa lagi yang bisa Dinda lakukan selain menampilkan wajahnya yang memerah?
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai kisah untuk dinda bab 7
Baca
+Pustaka
TERIMA KASIH TELAH MENCERAIKAN AKU

TERIMA KASIH TELAH MENCERAIKAN AKU

Dinda berdiri depan pintu, terlihat takut menatapku. Oh tidak. Ini salah paham. Posisi tanganku memegang ponsel sebelah dinding jadi tak terlihat kalau aku sedang menerima telepon. "Permisi, Pak," ucap Dinda setelah meletakkan laporan di mejaku. "Tunggu Dinda!" Dinda terdiam menghentikan kakinya sebelum menggapai pintu. "Maaf, aku ...." Astaga, Dinda menangis. Padahal aku tidak membentaknya. Apakah seperti ini wanita? Sulit dimengerti.
1093.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai kisah untuk dinda bab 7
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status