Pembantu Kesayangan Tuan Muda
Atika mencengkeram erat-erat bagian leher kaos Bimo.
Bimo sebenarnya seorang karateka bersabuk hitam, dia dulu sering membawa pulang piala dan medali kemenangan. Bertarung bukanlah hal besar baginya, tetapi dia pantang bertarung dengan perempuan, apalagi perempuan itu kakaknya sendiri. Bimo pun pasrah dipukuli tanpa perlawanan. "A-ampun, Kak. Ampuun ...!" rintihnya sambil nungging kesakitan selama Atika menggebuki pantatnya pakai gagang sapu. Atika sudah terlampau marah ingin melampiaskan kekesalannya, karena Bimo mencuri uangnya.