TERPAKSA JADI PENGANTIN PENGGANTI IBUKU
Namun, Prisha segera teringat ceramah seorang ustazah cerdas bertitel profesor, bahwa setinggi apa pun cita-cita tak boleh mengalahkan cita-cita hakiki seorang hamba Allah.
Janganlah berhenti pada cita-cita level dunia, teruslah maju menggapai cita-cita hakiki, yakni sebagai muslimah yang senantiasa mengikatkan diri kepada aturan Allah. Serta sebagai penyeru perubahan di tengah masyarakat, dengan kebaikan aturan Allah.
Prisha merenung lagi, hingga lupa janjinya ke Nenek Sarah untuk sarapan pagi.