Dari Budak Menjadi Bencana
"Ini... berbeda. Bukan acak. Ada pola dalam inkonsistensi ini. Sebuah... logika dari ketidaklogisan."
Tim mereka mendarat (secara konseptual) di sebuah planet yang tampak biasa. Tapi saat Feng mencoba menghitung orbit bulan-bulan di langit, dia mendapatkan jawaban yang berbeda setiap kali, meski datanya sama. Seorang penduduk planet—sebuah makhluk kesadaran kristal—mendekati mereka. Komunikasi dengannya berlangsung lancar, tetapi isinya membingungkan.
"Selamat datang di tanah Kemungkinan! Di sini, hari ini adalah hari Senin dan juga hari Jumat. Saya adalah diri saya, dan juga tetangga saya. Apakah Anda datang untuk mengagungkan Kontradiksi Mulia?"