Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dimanja Suami Kontrakku

Dimanja Suami Kontrakku

“Pa, itu mama enggak salah pakai baju KW.” Rex dan Papa sedang duduk teras halaman samping sambil minum kopi. Papa terkekeh. “Katanya biar Anita enggak curiga kalau kita Konglomerat.” “Ya tapi enggak begitu juga.” Papa menghela nafas panjang. “Kamu tahu sendiri mama kaya apa, mana bisa dibilangin.”
1042.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai kontol papa
Baca
+Pustaka
Pernikahan Yang Tak Kupilih

Pernikahan Yang Tak Kupilih

"Mama, kenapa Farel bilang Papa ke Papanya Daniel terus tadi bilang mau ketemu Papa Riki?" "Karena Farel punya Papa dua." Jawab Katerina asal. "Apa Daniel juga punya Papa dua, Mama?" Katerina meringis mendengar pertanyaan anaknya. Tentu ia tak mungkin menjelaskan masalah orang dewasa pada Daniel. Tapi di sisi lain ia juga tahu anaknya pasti akan terus bertanya jika jawaban yang ia berikan terasa tidak memuaskan. "Nggak, dong. Daniel cuma punya satu Papa, yaitu Papa Bayu."
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai kontol papa
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Aurora Aurora
Adduuhhh... jujur THOORRRR kalo karakter cowo nya modelan Bayu gini CELAMITAN KEMALUAN NYA.....!!!! Duuuhhhh... Jaga kesehatan READERS biar TETEP WARAS... Kalo masalalu ga masalah ya mau Making love Bercinta tiap hari sama Pacarnya dulu, Tapi skrg posisinya Bayu udah NIKAH...!! KASIH AZAB BUAT BAYU
Dandelion
Hallo semuanya... Terima kasih karena kalian udah membaca ceritaku. Kali ini aku mau umumin, kalau aku punya cerita baru judulnya 'Pak Jagat! Cintai Aku!' Kalau kalian berkenan, ayo mampir. Aku tunggu ya.. with love, Dandelion
Baca Semua Ulasan
Jerat Posesif Adik Angkat Menawan

Jerat Posesif Adik Angkat Menawan

Papa duduk dengan wajah kaku, jemarinya mengetuk-ngetuk permukaan meja dengan ritme yang teratur, pertanda bahwa pria paruh baya itu sedang menahan amarah yang besar. “Duduk,” perintah Papa tegas saat Kael dan Vio tiba. ​Setelah keduanya duduk, Papa langsung menatap Kael dengan pandangan menghunjam. “Siapa wanita yang kamu maksud tadi, Kael? Kenapa Papa dan Mama sama sekali tidak pernah mendengar tentang dia? Kamu tahu sendiri, posisi kamu sekarang adalah wajah dari Mahendra Group. Kamu tidak bisa sembarangan memilih pendamping tanpa persetujuan keluarga.”
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai kontol papa
Baca
+Pustaka
Suami Pilihan Papa

Suami Pilihan Papa

"Kapan dewasa Nes? Papa tuh mau ajarin kamu dewasa, katanya mau mandiri, ini cara papa bikin kamu mandiri. Kamu pikir karena itu kantor papa, kamu bisa dapat pekerjaan yang langsung enak gitu? Engga Nes, kamu berfikir terlalu dangkal, apa bedanya kalo gitu, kamu ngga akan ngerti caranya berproses, kamu ngga akan bisa merubah cara pikir mu yang terlalu kekanak-kanakan." Nesa terdiam, semua yang papanya bilang benar, dan itu memang Nesa akui, ia terlalu dangkal dan juga childish, semua yang ia persiapkan di kepala lenyap begitu saja. "Kamu pikir juga, papa jodohin kamu karena apa? Karena kamu butuh bimbingan. Papa salah terlalu membebaskan mu, sampai kamu salah jalur kaya gini, sholat bolong b
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai kontol papa
Baca
+Pustaka
Gelora Cinta Pria Arogan

Gelora Cinta Pria Arogan

“Papa selalu merasa bisa mengontrol semua orang!” Dan sifat itu sepertinya menurun kepadanya, semua yang dialaminya membuat Brama menyadari, mustahil mengontrol satu manusia secara penuh, meskipun ibu Kevin secara finansial bergantung pada ayahnya dia tetap punya kehendak bebas yang ayahnya tidak bisa campuri. “Berhenti mengggurui papa! Posisi mama kamu selamanya tidak akan tergantikan oleh Ratri! Mama kamu adalah istri yang ideal untuk papa.”
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai kontol papa
Baca
+Pustaka
Pernikahan Kontrak Dokter Muda

Pernikahan Kontrak Dokter Muda

“Iya, makasih, bi.” Keyla berjalan pelan menuju ruang makan, dimana papa sedang mamainkan ponselnya. Papa melihat kedatangan Keyla, beliau beranjak berdiri untuk menyambut dan memeluk menantu kesayangannya itu. “Wah, menantu kesayangan papa udah menuju normal jalannya.” “Iya, pa. Kalo kayak gini minggu depan aku udah bisa lanjut ko-as, ‘kan?”
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 481 kali sebagai kontol papa
Baca
+Pustaka
Paman, Berhenti Mengejar Mama!

Paman, Berhenti Mengejar Mama!

“Maaf, Mama cuma gugup menghadiri rapat di kantor baru besok pagi.” Carl melepas pelukan, lalu duduk bersila di depan Luna. Tangan kecilnya memegang kedua tangan Luna seolah memberi keyakinan. “Haruskah aku menemani Mama? Aku bisa membantu Mama kalau Mama gugup nanti.” Luna tertawa kecil melihat kelucuan putranya yang selalu bersikap dewasa. “Apa Carl tidak ingat janji dengan Paman Harvey berkeliling kota besok siang?”
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai kontol papa
Baca
+Pustaka
Pak Bos Jadi Papa Tiga Anak

Pak Bos Jadi Papa Tiga Anak

"Papa bilang boleh." Ranu melirik Pani sekilas dengan tatapan yang jelas sedang mengejek. Sasa yang duduk di karpet juga ikut nimbrung. "Papa Ranu tadi bawain anggur, loh Ma," lontarnya sambil mengangkat anggur black sapphire. Pani makin pening. "Pak, jangan kasih mereka sogokan!" "Itu pemberian, bukan sogokan."
379 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai kontol papa
Baca
+Pustaka
Hello, Hot Papa!

Hello, Hot Papa!

"Wildan, apa kau sedang mabuk? Dia adalah Azriel, pria yang melamar pekerjaan di kantor Papa. Karena ia sangat berkompeten maka papa memberikan pekerjaan yang cocok untuknya." Tuan Andrian pun menjelaskan kenyataannya. Ia merasa ada yang salah dengan Wildan. Mengapa ia datang dan langsung memiliki masalah dengan Azriel? "Papa mertua pasti tidak paham dengan apa yang Wildan katakan. Kita tunggu Reisqa datang. Biar ia yang menjelaskan siapa pria ini kepada kita." Tuan Andrian langsung mengambil telepon dan berusaha untuk menelepon Reisqa. Ia mau Reisqa segera datang. Lagipula, kedatangan Wildan kemari untuk mencarinya bukan?
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai kontol papa
Baca
+Pustaka
Hello, Papa!

Hello, Papa!

Andrew cukup kecewa dengan penolakan Jay, padahal ia sengaja menyisihkan kartu ini khusus untuk Jay. "Jay, boleh saya minta satu hal sama kamu?" "Apa?" "Panggil saya Papi, saya hanya minta itu." Jay diam sejenak lalu membuka mulutnya seraya menampilkan sedikit senyumannya, "Baik, Papi." ***** "Dia Jay, office boy di perusahaan milik Pak Leonard." "Cari tau lebih jauh tentang siapa Jay sebenarnya." titah Lilyana. "Baik Bu,"
1017.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 692 kali sebagai kontol papa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status