KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER
Ia baru saja menempuh perjalanan panjang, dan kini matanya memandang langit yang mulai berwarna jingga keemasan.
Sopir keluar lebih dulu, lalu membukakan pintu.
“Silakan, Mas.”
“Terima kasih, Pak,” ujar Aksa ramah, menurunkan koper kecil warna hitam yang tampak seperti satu-satunya barang berharganya.
Ia menyodorkan beberapa lembar uang tambahan. “Ini untuk Bapak, terima kasih sudah antar sampai sini.”
Sopir menolak dengan tangan terangkat. “Wah, nggak usah, Mas. Udah cukup ongkosnya.”