Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DELAPAN HARI SAJA MENJADI ISTRIMU

DELAPAN HARI SAJA MENJADI ISTRIMU

Pertemuan terakhir kemarin membuatku sadar, belasan tahun berlalu ternyata tak mengikis cintaku padanya. Aku kembali duduk, menatap kopi dalam cangkir dan meneguknya perlahan. Rasa kopi ini sesuai seperti yang kuinginkan. Kopi setengah pahit dengan hanya sedikit gula dan krimer. Dari mana Anis tahu seleraku? Membuka kotak kue, aku terpana mendapati sosis solo berjejer di dalamnya. Dan hidangan di meja, semuanya adalah makanan favoritku.
10106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai kopi cinta
Baca
+Pustaka
Setetes Racun Dalam Madu

Setetes Racun Dalam Madu

Kutahu Mas Reza tidak suka kopi yang manis, jadi aku memasukkan satu setengah sendok bubuk kopi dan satu sendok gula pasir, kemudian kusiram dengan air yang sudah mendidih. Dengan rasa hormat dan bakti kepada suami, aku membawa kopi buatanku yang penuh cinta untuk suamiku. Kubawa segelas kopi dengan hati-hati. Namun, saat mataku beralih melihat Mas Reza yang tertawa sambil menonton TV, tiba-tiba kakiku tersandung karpet lantai membuat kopi di tanganku sedikit terguncang, lalu kopi itu sedikit menyumpahi Mas Reza. Plak!
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai kopi cinta
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Sangkar Rahasia

Cinta Dalam Sangkar Rahasia

“Ayo. Kita butuh kopi, bukan luka lama.” Averine membuka mata perlahan. Tatapannya masih buram oleh emosi, tapi ia mengangguk. Mereka turun ke jalan sempit Florence yang mulai ramai. Di sebuah kafe kecil dengan kursi rotan dan lampu gantung kuning pucat, mereka duduk berdua, memesan kopi dan roti mentega. “Kamu tahu,” kata Darian sambil mengaduk espresso-nya, “Camilla mungkin tidak tahu cara mencintai dengan bebas. Tapi kamu... kamu bisa mulai hari ini.”
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai kopi cinta
Baca
+Pustaka
Pernikahan Dini

Pernikahan Dini

Semerbak aroma khas kopi hitam menguar dari mug berwarna coklat kesayangan Rojak. Sensasi rasa menikmatinya ketika dalam kondisi panas mampu menghangatkan bagi yang meminumnya. "Bang, biasa aja ngapa minum kopi ampe merem melek gitu," ledek Rodiah yang geli melihat wajah suaminya. "Ini namanya gue menikmati kopi tanda cinta dari elo," elak Rojak sambil memainkan alisnya, menggoda Rodiah.
1028.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 699 kali sebagai kopi cinta
Baca
+Pustaka
KURIR CINTA

KURIR CINTA

Pikir Ode. Padahal dulu ketika Aryo dan Dona memilih untuk bertunangan di akhir semester empat, sangat dipenuhi dengan semangat yang menggebu tanpa ingin terpisah lagi meskipun mereka berdua masih kuliah. Bahkan Ode dan Dido juga punya peran penting dalam terjalinnya hubungan cinta Aryo dan Dona. Sampai Ode dan Dido sempat mendapat julukan dari beberapa teman dekatnya sebagai “Kurir Cinta” karena demi membantu sahabat dekatnya mereka rela mejadi delegasi yang mengantarkan surat cinta, atau membuatkan puisi, dan juga mendamaikan jika terjadi pertengkaran antara Aryo dan Dona. Bahkan kadang mereka terpaksa bolos kuliah demi membantu sahabat dekatnya itu dalam urusan asmara.
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai kopi cinta
Baca
+Pustaka
Karena Cinta, Tuan Penguasa tak Sanggup Menahan Gairah

Karena Cinta, Tuan Penguasa tak Sanggup Menahan Gairah

Aroma kopi yang baru diseduh memenuhi ruangan, menyatu dengan kekhawatiran yang diam-diam tumbuh di hatinya. Mereka memang belum lama menikah, tapi Cinta bisa mengetahui, dari cara Rama berdiri terlalu lama dalam diam, dari caranya menarik napas, seolah menunjukkan ada sesuatu yang sedang tidak baik-baik saja. Perlahan ia mendekat, menyodorkan secangkir kopi hangat ke tangan Rama. “Kopi pahit, seperti biasa,” ucap Cinta dengan suara lirih nan lembut.
1037.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai kopi cinta
Baca
+Pustaka
Maduku Sahabatku

Maduku Sahabatku

Cafe kopi Cinta. Setibanya Sinta di kafe, dia lihat Pria gagah memakain setelan jas itu melambaikan tangan kepadanya. Ku lihat matanya tidak berhenti menatapku, terpancar rasa kagum di mata itu. "Terima kasih telah memenuhi permintaanku, Sin." "Aku kesini untuk meluruskan sesuatu, Mas. Bahwa apa yang kamu lakukan ini salah." "Tidak ada yang salah dalam Cinta , Sinta "
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 360 kali sebagai kopi cinta
Baca
+Pustaka
Cinta Yang Lain

Cinta Yang Lain

“Mikir… gimana caranya supaya jantungku nggak copot setiap kali lihat kamu secantik ini. Kayaknya aku sudah overdosis cinta.” Ayla tersipu, pipinya merona semerah mawar. “Mas Abhi… gombalnya jangan pagi-pagi, nanti gulaku naik.” “Ini bukan gombal. Ini diagnosa jujur dari hati yang paling dalam,” balas Abhi sambil terkekeh pelan, mengecup pelipis Ayla dengan penuh takzim. ** Aroma kopi yang kuat dan manisnya cokelat menyambut mereka saat memasuki Kafe Choco. Alunan jazz yang melankolis mengisi setiap sudut ruangan, menciptakan atmosfer yang intim.
10668 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai kopi cinta
Baca
+Pustaka
Kehangatan Cinta

Kehangatan Cinta

Hans menarik koperku, kemudian membuang koperku sambil berteriak, "Apa yang sedang kamu lakukan?" Hans menarik koperku dengan kuat dan penuh amarah. Tubuhku oleng dan membentur ujung meja samping. Terdengar suara botol parfum yang pecah. Seketika itu juga, aku mencium aroma parfum itu. Aroma parfum ini sama dengan aroma yang menempel di tubuh Hans. Yeni memberiku … parfum ini untuk menantangku?
10.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 378 kali sebagai kopi cinta
Baca
+Pustaka
Cinta yang Salah

Cinta yang Salah

“Aku juga sangat mencintaimu. Ternyata selama ini aku baru menyadarinya. Aku nyaman saat denganmu. Aku rasa itu yang dinamakan cinta. Setelah aku berdamai dengan keadaanku dan menceritakan semua beban hidupku kepadamu, ya, aku bertambah yakin kalau hatiku ini adalah milikmu. Aku cinta kamu, Dear. Terima kasih, kamu selalu memahami dan menemaniku dalam keadaan apa pun.” Panjang lebar dia mengutarakan isi hatinya yang selama ini aku tunggu-tunggu. Dia pun memanggilku dengan panggilan Dear. Apa yang aku minta, kini dikabulkan olehnya. Dia mengecup pundakku. “Apa Ay? Kamu manggil aku apa tadi? Aku bahagia banget dengarnya. Aku suka dipanggil kayak gitu, Ay.” “Jangan gitu dong, aku jadi malu.”
85.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai kopi cinta
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status