Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Janda Lumpuh Milik CEO

Janda Lumpuh Milik CEO

Vote dan komen oghey😉 Malam ini, entah sampai kapan hujan akan mengguyur kota. Membuat jalanan becek dan aktivitas-aktivitas di luar sana tertahan sementara. Sama dengan tertahannya seorang pria yang sedang menyesap kopi sambil duduk menaikkan satu lutut di sofa ruang keluarga.
1014.1K viewsOngoingAdded to Library 423 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
Ada apa dengan tunanganku?

Ada apa dengan tunanganku?

Tapi biarku beritahu, Aku Benci Menunggu. Aku menatap secangkir kopi yang telah mendingin dimakan waktu. Haruskah aku memesan sesuatu kembali untuk menjadi temanku di meja ini? Aku menatap ke sekeliling cafe, ahh.. tadi, 2 jam yang lalu, cafe tidak seramai ini. Hujan datang membawa maksud tersendiri bagi setiap orang. Ada yang mensyukuri kedatangannya dan tak jarang ada yang memaki kehadirannya.
108.9K viewsCompletedAdded to Library 204 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
Malam Tanpa Noda

Malam Tanpa Noda

Risa terus menghalangi tubuh Putra. ** Kala malam itu, hujan sangat deras. Seperti biasa Putra akan duduk di sofa dengan bermain game di tangannya. Risa membawakan kopi hitam yang masih mengempul asapnya. Aroma kopi tercium nikmat. "Kak, minum dulu kopinya," tawar Risa lemah lembut.
9.5305.2K viewsCompletedAdded to Library 7.6K Times as kopi dan hujan
Show Reviews (62)
Read
+Library
Cristi Rottie
Mampir ke karyaku "Sang Panglima Perang". Temui suasana berbeda dalam novel bergenre perang yang tentu saja dibalut dengan taktik perang dan kisah unik seorang pemuda dalam mencari keadilan terhadap keluarga serta perjuangan pembalasan dendam.
malapalas
BACA novel berjudul :CEWEK AGRESIF VS COWOK POLOS. kalian akan menemukan dari percintaan remaja sampai dewasa yang bakal bikin kita gemas sendiri, seru, ketawa ngakak bahkan geregetan dan terharu setelah beberapa tokoh bermunculan semua. Jangan lupa vote dan komen ya. Mksh.
Read All Reviews
Sketsa Hujan

Sketsa Hujan

Namun, ia tahu jawaban itu tidak akan mengubah keberangkatan Elang. Satu-satunya yang mereka miliki sebagai pengikat adalah ingatan yang sama tentang hujan pertama yang mereka lalui bersama di kantin kampus. Saat itu, mereka terjebak badai sore hari. Aroma tanah basah—petrichor—terasa begitu kuat, memenuhi rongga dada.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
Kafan Hitam

Kafan Hitam

Dari peristiwa itu lahirlah nama Ciboeh (air kafan), Cimenyan (air kemenyan),” lanjut Ilham. Hujan kian mengguyur perkampungan. Angin menerjang pepohonan tanpa permisi. Tetesan air bak peluru mendarat di genting dan kaca jendela rumah, menimbulkan suara yang tak bersahabat. Angin menerobos lewat celah-celah yang ada. Rojali dan Reza meneguk kopi perlahan hingga menyisakan setengah. Tirai kamar tampak terbang karena tersapu angin. Di satu sisi, Ki Udin tampak terlelap dalam tidurnya.
9.775.6K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as kopi dan hujan
Read
+Library
Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

Kadang membuatnya ingin muntah, lebih sering membuatnya marah. Ketenangan untuk aroma yang bersifat lembut. Aroma sisa hujan pagi tadi yang sederhana, bubuk kopi robusta bercampur ampas gilingan jagung yang diseduh dengan air mendidih yang mewakili kata nikmat. Juga, aroma misterius yang tidak bisa Arkana identifikasikan sebelum dirinya membuka mata. Aroma nirvana. Surga.
109.9K viewsCompletedAdded to Library 248 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
(Un)fortunately, You are my DESTINY !

(Un)fortunately, You are my DESTINY !

tanya Langit “Pahit dan manis pak” kata Adelia ragu karena sudah menyadari ada yang salah dengan kopi ini walau ia tak tahu itu apa. Langit menghentikan kegiatannya. Diletakkannya berkas yang ia pegang di atas meja lalu berkata. “Pahit dan manis” kata Langit kali ini sambil memandang Adelia yang duduk di sampingnya. “Seperti yang kamu bilang, rasa kopi itu pahit dan manis kan” tanya Langit lagi.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
Nobody Knows

Nobody Knows

Kirei tidak kuasa menahan senyumannya. “Jenis kopinya yaitu arabika, librika, robusta, excelsa.” Ujar Haru lagi dia menoleh melihat Kirei yang berada di samping atasannya dengan menyunggingkan senyum. Kirei mendengus kesal mendengar kata asing baginya dia menatap kesal Haru tapi langsung merubah ekspresi menjadi senyuman saat menatap atasannya dan berkata.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 128 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
Hello to Papa

Hello to Papa

Bledarrr! Di luar hujan deras, Kakek Pion belum kemari. Beberapa orang berdatangan untuk berteduh seraya menikmati kopi-kopi. "Hai, mbak. Pesan kopi hitamnya tiga, kopi susu satu dan satu lagi susu coklat. Yang satu bocil soalnya." Ujar seorang lelaki yang memesankan minuman untuknya dan teman-temannya. "Baik, tunggu sebentar ya!"
102.7K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
Terjebak Pernikahan yang Tak Sempurna

Terjebak Pernikahan yang Tak Sempurna

Dan Langit tak bisa mengartikannya satu per satu. “Ada yang bersama. Selama waktu cukup—mungkin—sampai kita nggak bisa memprediksi. Kapan gonjangan akan datang, kapan badai akan menggulung ombak dan meluluhlantakkan semuanya, atau sekadar kata-kata yang kita pun nggak bakal paham. Tapi …” Raja memberi jeda dengan meraih kembali cangkir kopinya yang tersisa setengah. “Kopi dengan gula belum tentu menjadi perpaduan yang serasi. Karena kesukaan masing-masing orang berbeda.” Langit di paksa untuk memahami arti ucapan Raja namun itu semua masih semu dalam pikirannya.
109.0K viewsCompletedAdded to Library 361 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status