Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Menjadi Istri Kedua CEO

Menjadi Istri Kedua CEO

tanya Adrian dengan wajah memelas dan muka bantalnya yang bercampur menjadi satu. “Hm,” gumam Anan seraya menyeruput kopi hitam buatan Kinar. Menikmati sensasi pahit dan panas yang melewati kerongkongannya, sejenak Anan membaui aroma kopi yang wangi tersebut dan mengembuskan napasnya keras-keras. “Kamu pernah mendengar kalimat bahwa jatuh cinta bukanlah sebuah kejahatan?”
1010.5K viewsCompletedAdded to Library 337 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
Pembalasan Mantan Istri CEO

Pembalasan Mantan Istri CEO

Lelaki itu mengajaknya makan siang di balconi, melihat jutaan tetes air yang perlahan tumpah dari langit ditemani musik klasik Chopin yang lembut membuat suasananya makin syahdu. Hujan membuat hati Kumi teduh, ia menyukai hujan dan bau petrichor yang membawa kenangan yang ia rangkai semenjak masih kecil. Ia tersenyum pada Shaka dan Rio yang ternyata telah berada di sana. “Aku tadi mencarimu di kantor,” kata Kumi pada Rio. “Sorry, aku tadi ada keluar sebentar. Kemudian Shaka menelponku. Aku sudah menceritakan soal Rhea padanya,” ujar Rio ringan.
1043.8K viewsCompletedAdded to Library 918 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
Benteng Terakhir Pernikahan

Benteng Terakhir Pernikahan

Aroma kopi hangat semakin membuat mereka yang bersantap enggan meninggalkan meja. “Kau suka hujan, Ris?” tanya Nindya. Keduanya menatap hujan dari balik jendela. “Tidak juga. Hujan atau panas, bagiku sama saja. Justru mungkin, aku lebih suka kemarau. Tak ada alasan untuk bersembunyi lebih lama di tempat tidur. Syuting lancar, jadwal produksi lebih tepat. Kau suka hujan?”
1010.2K viewsCompletedAdded to Library 327 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
Pacarku Adalah Mantan Sepupuku

Pacarku Adalah Mantan Sepupuku

Aku memesan secangkir kopi panas dan duduk di pojok sambil mengambil majalah dari rak. Tak lama kemudian, hujan mulai turun rintik-rintik di luar. Pintu kafe kembali berbunyi, menandakan ada seseorang yang masuk. Orang itu juga mungkin hendak berteduh dari hujan. Aku tetap menunduk sambil asyik membaca majalah. Beberapa saat kemudian, seseorang membawa kopi menghampiri mejaku.
6.8K viewsCompletedAdded to Library 169 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
SOPIR PRIBADIKU TERNYATA MILIARDER

SOPIR PRIBADIKU TERNYATA MILIARDER

Seakan menggambarkan bahwa setelah hujan badai yang mereka lalui, akan selalu ada cahaya yang menanti di ujung jalan. Malam semakin larut, tetapi kedai kopi itu masih cukup ramai. Aroma kopi dan musik jazz lembut yang mengalun di latar belakang menciptakan suasana yang menenangkan. Keira dan Adrian masih duduk berhadapan, menikmati momen kebersamaan mereka meskipun ada begitu banyak hal yang masih menggantung di antara mereka. Keira menggenggam cangkirnya erat-erat, merasakan kehangatan yang menjalar ke jemarinya.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 166 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
I Fell It

I Fell It

Malam semakin larut, namun hujan tak kunjung reda meski sudah turun seharian tanpa jeda. Memang, hujan seperti ini biasa terjadi di puncak kemarau seperti sekarang. Handy beranjak dari jendela, lantas menyeduh kopi pertamanya. Matanya tak mau terpejam meski kantuk sudah menyerang sejak dua jam lalu. Handy kembali duduk dengan secangkir kopi yang diseruputnya beberapa kali. “Siapa dia,” lagi gumamnya.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
Rain

Rain

Dia tidak akan mengalami fase ini jika memilih tinggal di Surabaya alih-alih menerima tawaran Hari untuk menikahi Sarah. Dua jam kemudian hujan mulai reda. Rain berjalan-jalan di luar untuk menenangkan diri. Tokyo sangat indah dan semua itu mampu mengalihkan perhatiannya. Rain memasuki sebuah kafe dan memesan secangkir kopi tanpa gula. Suasana tenang di kafe itu sedikit menurunkan emosinya Rain bersyukur menemukan tempat sebagus itu. Pengunjung yang datang juga tidak banyak hanya ada tiga orang termasuk Rain. Cangkir berwarna putih dihidangkan di meja asap masih mengepul mengeluarkan aroma kopi yang khas pantas saja para penikmat kopi rela mengeluarkan uang demi menikmati secangkir kopi.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
The UnMarried Husband

The UnMarried Husband

ujar Rain. Lift berdenting dan ternyata tidak ada orang di dalamnya. Cloudy melangkah masuk disusul Rain kemudian saat lift baru saja bergerak, Rian mengulurkan tangannya kepada Cloudy untuk meminta gelas kopi yang dipegang wanita itu dan dengan ekspresi cemberut Cloudy memberikan gelasnya kepada Rain. Rain memandangi gelas kopi yang baru saja di terima dari Cloudy kemudian mencicipi isinya melalui sedotan pipih. "Apa kau tahu kopi tidak dianjurkan untuk wanita menyusui?"
10244.2K viewsCompletedAdded to Library 8.1K Times as kopi dan hujan
Show Reviews (119)
Read
+Library
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
miiawmiiuw
setelah menyelesaikan chiaki-crystal, hari ini selesai marathon rain-cloud. seperti biasa kak cherry selalu menyuguhkan kisah yg tidak terlalu banyak babnya, konflik yg tidak bertele-tele dan ending yg selalu manis^^
Read All Reviews
Nasi Bungkus untuk Laila

Nasi Bungkus untuk Laila

Gerimis semakin lebat, asap kopi terlihat mengepul menebarkan aroma sedap. Aroma petrikor menguar memenuhi penciuman. Aroma khas, yang selalu dirindukan. Berbaur dengan aroma kopi yang menghadirkan hangat. Hujan dan petrikor selalu menghadirkan memori indah tentang sebuah kenangan, seperti sekarang, duduk disebuah kursi kafe, menunduk menatap kaki meja, saling menghindari pandangan. Lalu lalang manusia yang berteduh di emperan toko seperti membisu, beberapa detik ter-pause, hanya menyisakan mereka berdua yang bahagia.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
A Few Years Later

A Few Years Later

Mulutnya mendesah, hujan di Jakarta tak jauh berbeda dengan hujan di Denpasar. Hujan baginya adalah penantian tak berujung. Seperti serbuk-serbuk magis yang saat ini tengah mendekap bumi dengan suara bergemuruh. Petrikor dan kopi hitam hambar di kursi ruang tunggu menyempurnakan diamnya, melanjutkan penantiannya, menyudahi aksi menunggunya yang hampir melewati ambang batas.
4.9K viewsCompletedAdded to Library 177 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status