Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Perempuan Kopi

Perempuan Kopi

Adrian mendengus seraya menuangkan air mendidih ke dalam cangkir kopi. “No sugar…” ujar Airin cepat. “Semudah itu membuat kopi untuk Kakak.” Airin tersenyum. Lalu, berjalan menuju halaman belakang. Ia duduk di atas kursi taman. “Apakah cemburu itu menandakan bahwa seseorang mencintai dengan sungguh-sungguh?” tanya Adrian seraya membawa cangkir kopi ke halaman belakang. Airin telah duduk bersila di kursi taman. Adrian meletakkan kopi itu di atas meja, lalu duduk di sisi Airin.
108.8K viewsOngoingAdded to Library 263 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
Maju Mundur Kena Duda Anak Satu

Maju Mundur Kena Duda Anak Satu

Dia sedang memasak air untuk membuat kopi karena saat ini di luar ruko sedang hujan cukup lebat. "Iya, aku kopi pahit, Ji. Kalau nggak minum kopi pahit rasanya aku nggak akan sanggup begadang malam ini," jawab Dila sambil memasukkan adonan ke dalam cetakan kue bolu.
1010.1K viewsOngoingAdded to Library 405 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
Pelukis Buta Milik Sang CEO

Pelukis Buta Milik Sang CEO

“Ini kopi apa?” Hairi menelan saliva lalu menjawab dengan sedikit membungkuk. “Kopi Kintamani,” “Nikmat sekali,” puji Safira yang terus menyesap kopinya lalu sesekali mengayunkan jemarinya, memainkan asap kopi yang mengepul. “Aku mengira kopi dari Brazil,” “Apa Mas Haikal mengatakan sesuatu pergi kemana?” tanya Safira menaruh cangkir kopinya lalu menghela nafas. Tatapannya kini beralih pada Hairi yang berdiri dan menundukkan kepalanya.
109.7K viewsCompletedAdded to Library 261 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
SETELAH TALAK TIGA

SETELAH TALAK TIGA

Desember sendu, hujan mengguyur di luar sana, aku tengah menyesap secangkir kopi, cairan hitam terfav buatan calon istri. Ya, masih calon, sebutan itu akan segera berganti.
1064.1K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as kopi dan hujan
Read
+Library
Terpikat Janda Tajir

Terpikat Janda Tajir

Udara semakin syahdu menemani sore yang dingin, membuat orang lebih memilih diam di dalam rumah, dari pada harus terjebak di jalanan yang padat kendaraan dalam keadaan hujan deras. "Mbak, beli kopi satu renceng," ujar seorang ibu berdiri dengan berteduhkan payung, tepat di depan warung klontongan sederhana milik Yasmin. "Eh, iya. Adanya yang ini, gak papa?" tanya Yasmin saat menunjukkan gantungan kopi sachet yang ia tata di sebuah tali panjang. "Iya ga papa. Yang penting ngopi, Mbak. Hujan euy, adem," sahut si ibu sambil menyeringai. Ia menyeka wajahnya yanh sedikit basah karena tetesan air hujan.
9.4138.7K viewsCompletedAdded to Library 3.1K Times as kopi dan hujan
Read
+Library
Tetangga Manisku

Tetangga Manisku

Nana menatap hujan yang turun dengan deras dari tempatnya duduk. Sesekali disesapnya kopi panasnya. Hujan di pagi hari membuatnya enggan untuk beraktivitas. Untungnya Denpasar tidak terlalu sering diguyur hujan sekalipun sebagian besar wilayah di Indonesia telah memasuki musim penghujan. "Meow!Meow!" Omil dan Yuki mengeong-ngeong, duduk di kursi dan turut menatap hujan yang turun dengan deras.
1015.7K viewsCompletedAdded to Library 408 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
Kopi Panas Untuk Si Jalang

Kopi Panas Untuk Si Jalang

Memutar-mutar tubuh indahnya, berdansa sendiri kesana dan kemari sembari tersenyum lebar dengan penuh kehangatan. “Aku menyukai rintik hujan, menari lalu mengitari seisi bumi Sesudahnya, mereka menyelimuti orang-orang yang sakit hati di karenakan patah hati Hujan adalah sebuah anugerah yang tidak tertandingi, karena dia. Mereka menjadi satu dalam ikatan yang suci Teruntuk yang sedang jatuh hati jangan dimabuk dengan ikatan yang tak pasti, memang awalnya sangat happy tapi akhirnya sedikit sakit hati.”
2.0K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
Malam Pertama Sang Istri Kontrak

Malam Pertama Sang Istri Kontrak

Rumah itu akhirnya benar-benar jadi tempat pulang, bukan hanya untuk tubuh, tapi juga hati. Hujan turun sejak sore, tidak deras, tapi cukup membuat udara jadi lembab dan sejuk. Suara air yang menetes di atap seng terdengar pelan, berpadu dengan bau kopi yang baru diseduh Aisyah. Di meja, dua cangkir berisi uap hangat berdampingan, sementara Arga duduk di kursi menatap jendela yang buram oleh embun. “Kamu sadar gak, Yah,” katanya pelan tanpa menoleh, “hujan sekarang gak lagi bikin aku gelisah.” Aisyah berhenti meniup kopinya, lalu menatapnya. “Kenapa?” Arga mengangkat bahu. “Dulu setiap hujan aku inget hal buruk—waktu kita berantem, waktu aku pergi, waktu kamu nangis di ruang tamu sendirian.
101.7K viewsCompletedAdded to Library 56 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
Menari Bersama Hujan

Menari Bersama Hujan

Meihui menoleh, dan Rain mulai membaca pelan: "Ketika hujan pertama jatuh setelah kepergianmu, dia duduk diam di bawah jendela. Aku melihatnya dari kejauhan, dan aku tahu—dia tidak sedang mencari pelangi, dia sedang menunggu reda. Aku tidak datang untuk menggantikanmu, tidak pernah. Tapi jika cintamu adalah hujan yang mengajarinya bertahan, Maka biarkan cintaku menjadi langit yang tak lagi mendung." Meihui menutup matanya. Air matanya mengalir, perlahan, seperti hujan pertama setelah musim kemarau. Tapi kali ini, bukan karena duka. Tangis itu adalah campuran dari rasa syukur, rindu, dan penerimaan. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Rain, tidak berkata apa pun untuk waktu yang lama.
835 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
GODAAN HARTA WARISAN

GODAAN HARTA WARISAN

Kang Tarjo menikmati kopinya di teras rumah, semilir angin membuat dedaunan kering ikut terbang. Sesekali lelaki itu melihat ke arah langit yang mulai gelap. “Sebentar lagi hujan, Alhamdulillah, berarti pekerjaan sawah akan segera dimulai,” ucapnya sambil menyesap kopinya.
103.8K viewsCompletedAdded to Library 115 Times as kopi dan hujan
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status