Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dosen Tua Kaya Raya Itu Suamiku

Dosen Tua Kaya Raya Itu Suamiku

Amran berdiri, menunjuk kedai di ujung selatan. Mei ikut bangkit, menatap plang kayu berbetuk bulat bertuliskan Omah Kopi. Di atas tulisan tercetak gambar cangkir dengan asap cokelat mengepul di atasnya. "Tidak jadi soal minum di mana, Prof. Yang penting, dengan siapa kita minum kopi." Bibir Mei membentuk bulan sabit. "Mungkin minum denganmu bisa membuat kopiku berubah rasa. Tidak sepahit dulu.”
1044.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai kopi merah putih ui
Baca
+Pustaka
Air Mata Aruna

Air Mata Aruna

tanya Aruna selesai membersihkan meja makan dan dapur bersama adiknya Arimbi. “Yang utama sih, UI (Universitas Indonesia) kak, cadangannya Undip (Universitas Diponegoro),” sahut Arimbi. Dan meninggalkan Aruna yang masih duduk di meja makan. Terlihat Arumi mencari Darmawan yang sedang menonton televisi.
910.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai kopi merah putih ui
Baca
+Pustaka
Kursi Panas di Kantor

Kursi Panas di Kantor

terang Leo. “Ya, udah putus sama Andin hampir enam bulan lalu,” jawab Akira seraya menyesap espresso-nya. Memang kopi pilihan kedai Morning Mist ini memiliki kualitas terbaik. “Kopi apa ini Leo, kok enak banget sih?”Akira terdistraksi dengan rasa kopi dan harumnya yang benar-benar menggugah indra penciumannya. “Oh, ini kopi Flores Bajawa. Gue dapet satu supplier yang oke banget. Mereka juga sudah mulai ekspor ke beberapa negara.” ujar Leo bangga.
1029.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai kopi merah putih ui
Baca
+Pustaka
Istriku, Kekasih Abangku

Istriku, Kekasih Abangku

“Teh juga banyak macamnya, ada teh melati, teh mawar, teh kembang sepatu, kopi gingseng, kopi luak, kopi hitam, putih, abu-abu monyet--” “Baiklah.” Sebelah tangan Ravi terangkat, ia sudah tidak tahan lagi. “Samakan saja dengan a’pa yang kamu minum.” Ana mengernyit. “Kamu yakin?” tanyanya memastikan. “Iya!” bentak Ravi refleks.
5.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai kopi merah putih ui
Baca
+Pustaka
Hello, Nanny!

Hello, Nanny!

“Okeh.” Kalla meraih french press dan menuang cairan hitam ke cangkir putih yang tersedia. “Krimer, gula?” “Nggak.” Reyga mengucapkan terima kasih saat kopi sudah tersaji. Istrinya kembali mengangkat pitcher kaca berisi teh dan menuang ke cangkirnya sendiri. Sementara lelaki itu menarik mangkok muesli bertabur buah serta siraman susu almond.
1079.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai kopi merah putih ui
Tampilkan Ulasan (38)
Baca
+Pustaka
Eliyen Author
Bab-bab awalnya nendang banget! Komedinya lucu. Ceritanya warming buat heart-heart yang sedang galau sama hidup. Ini novel recommended banget dibaca sebelum kerja, istirahat kerja, pulang kerja, sebelum tidur. Interaksi Reyga-Kael-Kalla bikin senyum-senyum terus. ,,,^^
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Dari Pegawai Jadi Mempelai

Dari Pegawai Jadi Mempelai

Minah tidak bisa berkata-kata, hanya mengangguk pasrah. “Oke. Aku anggap tidak melihat dan mendengar kejadian barusan.” Yulia meremas kedua bahu Minah. “Sekarang, tolong buatkan saya kopi hitam pekat tanpa gula, bisa?” pinta Yulia lembut sarat kepura-puraan. *** Kantin Fakultas Kedokteran
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai kopi merah putih ui
Baca
+Pustaka
Membuatmu Jatuh Cinta Lagi

Membuatmu Jatuh Cinta Lagi

Persis seperti yang dia minum kali pertama tiga tahun lalu. “Ini resep minuman pertama yang berhasil kubuat di bangku kuliah.” Adisti menyimak dalam diam; mencocokkan setiap informasi dengan yang Biyan sampaikan sebelum mengalami amnesia. "Kata Utari, es kopi jadi minuman favorit yang dijual di banyak kedai kekinian.” Mendengar nama perempuan itu, Adisti hampir tersedak. Uh, dia pasti melewatkan banyak hal sebulan terakhir. “Siapa Utari?” tanyanya, pura-pura tak tahu.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai kopi merah putih ui
Baca
+Pustaka
Sekretaris Alim Sang Bos Genit

Sekretaris Alim Sang Bos Genit

Perempuan genit itu menyodorkan air putih pada Tari dan kopi pada Andrian. "Silakan Pak Andri. Kopi itu sudah sesuai dengan kesukaan Anda. Dua sendok kopi hitam dan setengah sendok gula. Benar, kan?" tanya Mirna seolah mengerti kebiasaan Andrian saat meminum kopi.
1026.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 555 kali sebagai kopi merah putih ui
Baca
+Pustaka
Kopi Panas Untuk Si Jalang

Kopi Panas Untuk Si Jalang

“Iya, Nona.” “Bisakah aku memesan kopi kental, namun tak manis ataupun tak pahit.” “Dan …”Nona itu memerhatikan Latisya dari ujung kepala sampai kaki. Tatapannya tidak begitu sinis, tapi cukup ramah. Lalu melanjutkan ucapannya terhadap Latisya.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai kopi merah putih ui
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status