SUAMI YANG SEMPURNA
Sedangkan Mama, masih sibuk berbicara dengan Ivan perihal baju pengantin.
“Boleh kita ukur badannya dulu, Mas?” Ivan mengerlingkan mata genitnya kepada Kevin, melingkarkan meteran di pinggang Kevin, sampai menyenderkan kepalanya di dada tegap Kevin. Ivan cekikikan geli, kesenangan dan aku hampir saja muntah melihat tingkah laku jahilnya.
“Eh, yang bener dong, Van.” Mama memukul lengan Ivan, membuatnya tersadar dari khayalan tingkat tinggi yang tidak akan pernah bisa ia gapai.