Langit & Mega
Saffanainitunggu aku diantara aku dan diaaku tahu tapi aku diamlihatlah semua orang menatapku
Lantas cepat-cepat melengang masuk ke dalam rumah lalu menutupnya rapat-rapat.
Di sinilah aku sekarang, di dalam kamar dengan empat kotak di hadapanku.
Aku menatap kotak itu dengan frustasi.
"Tak," panggilku pada kotak di hadapanku lantas terkekeh geli. "Kok jadi kayak botak, ya," ujarku masih terkekeh.
"Kalau aja lo bisa ngomong, gue mau tanya. Siapa yang ngirim lo ke sini?"