Rayuan Maut Para Tetanggaku
Sesekali aku menggaruk kepala belakangku untuk membuang rasa canggung, meskipun tidak ada rasa gatal.
“Anu … Kran di kamar mandi saya macet, gak bisa keluar airnya. Bisa tolong benerin nggak? Saya tinggal sendirian soalnya, nggak tahu caranya,” katanya dengan nada yang terdengar agak aneh di telingaku.
Suaranya seperti agak … mendesah?
Tapi aku berusaha bersikap biasa.
“Oh … boleh, saya ambil peralatan dulu ya,” kataku, lalu buru-buru masuk lagi mengambil beberapa peralatan.