Akan Kubalas Pengkhianatanmu, Mas!
Ia meletakkan tangannya di meja, memperlihatkan sikap santai dan tenang.
"Aku nggak lagi godain kamu, kok. Emang baru kali ini aku liat kamu senyum selebar itu. Kemarin sama sebelumnya, kamu masih kelihatan ada beban. Ah, jadi aku bener, kan? Mas Rezamu itu baik-baik saja di Bandung. Dia bekerja keras demi kalian berdua," ucapnya masih tetap lembut, tapi terasa ada sedikit nada yang menyelidik di baliknya.
Joyce menarik napas dalam. "Iya, dia sibuk. Aku harus lebih pengertian."