Mata Ajaib Pembaca Pikiran
Aku mengulurkan tangan, menyentuh pundaknya dengan lembut, mencoba menyampaikan apa yang tak bisa diucapkan dengan kata-kata.
“Tedi, dengar aku. Aku peduli. Aku benar-benar peduli padamu. Teman-temanmu, meski mereka nggak selalu menunjukkannya, mereka peduli. Guru-gurumu juga peduli. Dan aku yakin, jauh di lubuk hati orangtuamu, mereka juga sayang padamu. Kadang mereka hanya tersesat dalam masalah mereka sendiri. Tapi mereka masih orangtuamu. Aku yakin, mereka mencintaimu, meski cara mereka tidak selalu benar.”
Hot Chapters