Ketika Suamiku Tak Lagi Mampu
“Sudahlah. Aku baik-baik aja, kok. Mas Bimo cuma lagi banyak pikiran. Nanti juga baikan.”
“Ibu tahu kamu selalu berusaha sabar, Nak," katanya sambil mengusap pipiku. “ Tapi ... apa nggak sebaiknya kamu ikut ibu aja ke kampung, Van. Di sini kamu cuma capek, disakiti, nggak dinafkahi juga. Untuk apa bertahan?”
Aku menelan ludah, memaksakan senyum lagi. “Mas Bimo tetap nafkahin kok, Bu. Ibu jangan banyak pikiran, ya. Biar cepat sembuh. Aku janji bakal jagain Ibu.”
Hot Chapters