Candu Dekapan Kakak Ipar
“Dan yang bungsu, Ranatuhita. Kami panggil dia Ratu. Perempuan satu-satunya. Manja, tapi hatinya lembut sekali.”
Matanya mulai berkaca-kaca. “Kakek pasti seneng lihat mereka.”
Angin berhembus pelan, membuat rambut pendeknya bergerak.
“Kek …,” suaranya melemah. “Djiwa lagi bingung.” Ia menunduk, jemarinya meremas kain rok yang dikenakannya.