Rindu yang Lupa
Maka malam tadi, embun yang menetes usai fajar menguap berpesta pora merayakan binaran tawa langit yang cerah.
Kucing duduk manis di bantal Lala. Merebahkan tubuh, tak peduli dengan benua peta khayalan yang dibuat oleh pemiliknya. Gadis yang matanya basah itu tidak senang, reflek menarik bantal, memangkunya, kuncing mengeong, mengeluarkan bahasa binatang yang tidak dimengerti Lala. Ia berdiri, melangkah maju mendekati Lala. Hendak menyandarkan kepalanya di pangkuan Lala. Gadis itu justru menendang kasar, terjadilah peperangan anak adam dengan seekor kucing. Lala memukul kepala kucing, binatang itu berusaha mencakar kepalan Lala. Bantal dijadikannya tameng. Sebab geram, ia memukulkan kain ber
Sikat na Kabanata