Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dendam Sang Pewaris Leluhur

Dendam Sang Pewaris Leluhur

“Bukan pada raksasa itu... pusat kekuatannya ada di Tombak Bayu!” Raksasa itu meraung marah. Petir menyambar, batu-batu terangkat ke udara. Ratna berdiri tegak di tengah badai, suaranya menembus deru angin. “Ayo! Aku bukakan jalannya! Kalian harus sampai ke altar sekarang!” Perisai emasnya melebar, menahan badai sementara Arga dan Nanda menerobos.
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai kukan berdiri di tengah badai
Baca
+Pustaka
Wanita Rebutan

Wanita Rebutan

Dia menjanjikan Elena bahwa dia akan kembali dengan selamat, namun ketika badai mendadak muncul di tengah laut, semua janji itu tampaknya tergantung pada seutas benang tipis. Dengan hati yang berat, Ajun berusaha mengatasi badai yang ganas, berjuang untuk menjaga kapalnya agar tidak tenggelam di tengah ombak yang mengamuk. Setiap deburan ombak dan hembusan angin keras menambah kekhawatiran Ajun, membuatnya bertanya-tanya apakah dia akan mampu bertahan hidup.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai kukan berdiri di tengah badai
Baca
+Pustaka
Mimpi Buruk Dunia Persilatan

Mimpi Buruk Dunia Persilatan

ucap Hou Jin. "Silahkan!" Semua orang menikmati makanan bersama, sedangkan di luar terjadi badai besar, petir menyambar kesana kemari tanpa arah, semua prajurit tetap berpesta tanpa harus takut terkena badai, nama kapal yang ditumpangi adalah kapal anti badai. Bersambung…
9.5455.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.9K kali sebagai kukan berdiri di tengah badai
Tampilkan Ulasan (59)
Baca
+Pustaka
Nelly Rosida
Saya sudah baca 52 bab dalam 1 hari, semoga saya tidak lagi menjadi korban penulis2 sebelum nya yg tidak bertanggung jawab. Semoga penulis ini,istiqamah,komit dgn update harian dan bisa menghargai hasil karya nya sendiri melebihi para pembaca dgn cara menamatkan tulisahn ini dgn cara yg elegan.
Kentang Imajinasi
venessa, Luna , Maya, yu yin, lili mati dipenggal sama karakter gak penting, buat venessa yang harusnya jadi icon utama di nerf habis2an dan matinya dibuat gak pantas Sama sekali. buat yang baru baca atau dah setengah jalan mending berhenti baca cari novel lain. daripada sakit hati
Baca Semua Ulasan
Badai Berlalu, Bahagia Menyambut

Badai Berlalu, Bahagia Menyambut

Di tengah semarak suasana dan hujan kelopak bunga, Sean mantap menggendongku kembali ke tengah aula. Aku masih terkejut, tapi tubuhku ditopang dengan kokoh. Sean berbisik, "Kamu bisa bersandar padaku." "Kalau memang sakit, bilang saja. Nggak apa-apa pernikahannya ditunda sebentar, yang terpenting keselamatanmu." Aku mengangguk. Tapi, keinginan agar ibuku melihat pernikahan yang sempurna sudah tertanam dalam hatiku.
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai kukan berdiri di tengah badai
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Setelah makan malam, hujan mulai turun di luar. Julian bersikeras ingin tidur bersama Federik, jadi Susan mengizinkannya menginap. Namun, saat bangun untuk minum air di tengah malam, Susan malah bertabrakan dengan Federik. "Aduh." Susan menjerit dan jatuh ke samping. Federik meraih dan menariknya ke dalam pelukannya, lalu bertanya dengan gugup, "Ada apa? Apa kamu terluka?"
17.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 586 kali sebagai kukan berdiri di tengah badai
Baca
+Pustaka
Dua Wajah Sang Kaisar

Dua Wajah Sang Kaisar

Namun badai yang semakin kencang di atas membuat semua kalkulasi itu terasa seperti bangunan dari kertas yang dicoba didirikan di tepi jurang. "Hao Yu." Ia harus mengeraskan suaranya melawan angin. "Kau tahu ke mana kita pergi, bukan?" Pria di depannya berhenti sejenak, meletakkan telapak tangannya di permukaan tebing di sisinya, kemudian mengangguk sekali. "Ada gua di ketinggian ini. Aku pernah menggunakannya dulu saat badai datang tiba-tiba waktu berburu. Tidak besar, tapi cukup."
10641 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai kukan berdiri di tengah badai
Baca
+Pustaka
Terjerat Skandal Akibat Ambisi Mertua

Terjerat Skandal Akibat Ambisi Mertua

Raka berdiri menghadap pintu yang tak bisa ia buka, menyaksikan hidupnya kembali runtuh, perlahan… tapi pasti —bersiap menuju badai yang lebih besar. . . To be continue ~
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai kukan berdiri di tengah badai
Baca
+Pustaka
MENJADI ISTRI PENGGANTI UNTUK TUAN ADIPATI

MENJADI ISTRI PENGGANTI UNTUK TUAN ADIPATI

“Satu, dua, tiga! “ Perintah Xu Qingyu. Xu Ming akhirnya melompat ke atas dan tali tadi memang sudah putus, seandainya saja dirinya tidak menarik Xu Ming maka Xu Ming pasti akan jatuh ke bawah. “Cepat ke kuda! Cepat! “Teriak Xu Qingyu. Badai itu semakin mendekat mungkin hanya berjarak dua puluh meter lagi dari mereka, namun pasir pasir dan bebatuan pun sudah menghantam mereka. Angin angin yang kuat menerpa mereka sehingga membuat mereka tidak seimbang, Xu Qingyu dan Xu Ming langsung melompat ke atas kuda dan memacu kuda mereka. Bersama dengan pelayan pelayan mereka lalu memacu kuda untuk menjauh, menjauh dari tempat badai itu. Xu Qingyu sesekali melirik ke belakang, badai itu masih sangat de
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai kukan berdiri di tengah badai
Baca
+Pustaka
Petualangan Sukma Harum: Darah Sang Raja

Petualangan Sukma Harum: Darah Sang Raja

Yang lain mengawal kereta itu dari luar. Hujan turun sangat lebat siang itu. Petir menggelegar dan angin bertiup kencang. Di dalam kereta Sukma Harum berdoa semoga adiknya tidak menghadapi badai di lautan sana. Perjalanan akhirnya menjadi agak tersendat karena hujan dan badai yang sangat deras. Kadang-kadang mereka harus beristirahat dan berteduh di beberapa tempat.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai kukan berdiri di tengah badai
Baca
+Pustaka
Penguasa Kultivasi Beladiri Tertinggi

Penguasa Kultivasi Beladiri Tertinggi

Mereka langsung menyerang sekuat tenaganya. Dalam kekacauan pertempuran, angin kencang mulai bertiup dan ombak besar menghantam kapal Qiang Fan. Qiang Fan dan Li Kun dibuat bingung akan kedatangan badai yang misterius itu. Keadaan alam saat itu terlihat sangat tenang. Langit terlihat cerah namun entah bagaimana caranya tiba-tiba badai datang.
9.6186.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.7K kali sebagai kukan berdiri di tengah badai
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status