WANITA YANG DIRAHASIAKAN SUAMIKU
Tidak ada lagi kata itu, bahkan dalam beberapa hari aku memang sudah tidak mendengarnya lagi.
"Bisa, Mas." Aku berjalan ke arah dapur, lalu melihat persediaan kulkas yang ternyata sudah kosong. Aku lupa kemarin masak banyak dan tidak akan isi lagi karena aku akan berangkat hari ini juga.
"Bagaimana, Dek?" tanyanya lagi. "Apa isi kulkasnya habis? Nanti Mas beli yang banyak, ya."
"Enggak usah beli banyak-banyak, Mas. Beli makanan kesukaan kamu saja, nanti aku dan Naya ikut," ucapku yang hampir saja keceplosan.