Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cursed : Kutukan Kembar Tampan Season 1-2

Cursed : Kutukan Kembar Tampan Season 1-2

Hanya saja, lukisan ini membuat keberanian Katy perlahan memudar saat perlahan-lahan menjelajahi setiap sisi dengan pendar senternya. Lukisan realis seorang ksatria berjubah ala masa lalu memegang erat kaki seorang anak laki-laki kecil dengan tangan kiri. Ia bertopeng besi dan tampak angkuh, sementara di tangan kanannya terhunus sebilah pedang berkilat-kilat. Seolah-olah ia hendak membantai bocah tak berdosa yang terbalik tak berdaya itu!
1031.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 629 kali sebagai kamen rider kumbang
Baca
+Pustaka
Kinan

Kinan

Nora Althea Skykaninakani
Pemuda itu mengajaknya bertemu tapi menyuruhnya untuk menunggu. "Kakak pelatih renang yang baru ya?" tanya seorang pemuda berambut pirang padanya, pemuda itu sepertinya teman dari Yuda. "B-bukan." Dengan cepat Kinan menggeleng. Ia saja tidak bisa berenang, bagaimana bisa ia jadi pelatih renang. Yuda naik dari kolam renang, tersenyum manis saat melihat Kinan yang menahan malu. "Hai."
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai kamen rider kumbang
Baca
+Pustaka
Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan

Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan

Seorang lelaki tua yang tidak menggunakan baju dan memakai banyak aksesoris kuku dan tulang. Dia adalah sosok pahlawan tanah Kalimantan, Panglima barisan pertama Sang Panglima Kumbang. Tidak ada yang mengetahui nama asli dari para Panglima tanah Kalimantan. Diantara semua yang ada di ruangan ini, Panglima Kumbang adalah medium dengan tingkat alam arwah tertinggi. Tingkat alam arwah Panglima Kumbang saat ini sudah berada di Alam Tujuh Langit tingkat 4.
10805 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai kamen rider kumbang
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

tanya bu Hany tak percaya. Beberapa saat kemudian datanglah pangeran berkuda dengan gagahnya, menutupi cerahnya sinar matahari, seolah ia akan menyelamatkan hidup tuan putrinya. Ok! Sekarang Rimba terlalu berlebihan. Cowok itu tersenyum tapi bukan ditunjukkan untuk Rimba, lebih tepatnya ditunjukkan untuk bu Hany, guru muda itu membalas dengan senyuman yang sama menawanya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai kamen rider kumbang
Baca
+Pustaka
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

“Tolong kami...” Arga mendekat dengan ragu. “Siapa kalian?” Salah satu anak, seorang bayi yang tampaknya berusia tidak lebih dari satu tahun, menunjuk ke dadanya sendiri. Suaranya lirih, hampir tak terdengar. “Kami adalah tumbal.” Arga terdiam. Tubuhnya gemetar mendengar kata itu. “Mengapa kalian memanggilku?” tanyanya, suaranya bergetar.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai kamen rider kumbang
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

pikir seseorang yang sedang memperhatikan pertarungan tersebut dari tempat yang tersembunyi. "Kuingatkan sekali lagi padamu, Kismi! Jika kau masih membandel aku tega menghancurkan tubuhmu!" "Aku tidak takut padamu!" sentak Cumbu Bayangan dengan sikap beraninya, dua tangannya bertolak pinggang kepalanya agak maju saat berkata begitu, ia mencibir dengan lirikan mata sengitnya. "Dasar anak kurang ajar! Hiiih...!"
1031.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kamen rider kumbang
Baca
+Pustaka
AETHERITH: Perang Planet Astarhea

AETHERITH: Perang Planet Astarhea

“Kita semua akan melewati rute aman ini. Kageyama, Pedang Bayangan, Anda di depan.” ​Dalam gerakan yang terorganisir, seluruh tim—Jae-won, Kartika, Risa, Chef Zacharia, Kageyama, dan Pedang Bayangan—turun ke dalam terowongan. Enya, dengan mata terpejam sejenak, menggunakan kendali Aether tingkat tingginya untuk menyusutkan ukuran fisik Kumbang yang besar hingga seukuran kucing rumahan, lalu membawanya masuk. Jae-won dan Kartika menutup pintu logam itu dengan hati-hati dari dalam, memastikan tidak ada jejak yang tertinggal.
10942 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai kamen rider kumbang
Baca
+Pustaka
Ciuman Pengkhianat

Ciuman Pengkhianat

Aku memandangi foto itu dan terdiam sangat lama. Ibuku menghampiri dan menepuk pundakku dengan lembut. "Raline, kamu ingat anaknya Tante Cintami? Namanya Zevan. Dia baru pulang dari luar negeri dua hari yang lalu. Ayo kita makan malam bersama." Setelah mengatakan itu, dia menatapku dengan sedikit ragu-ragu lagi.
8.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 301 kali sebagai kamen rider kumbang
Baca
+Pustaka
SANG PENDEKAR LEMBAH NAGA

SANG PENDEKAR LEMBAH NAGA

Tidak sembarangan murid di padepokan tersebut memiliki jurus Kumbang Laga. Maka setelah dikeluarkan, hebatnya juga bukan main. Dua pendekar itu langsung menggabungkan kekuatan penuh dalam menghadapi Ramandika. Mereka terus berupaya untuk menangkap Ramandika yang mereka anggap sebagai musuh utama, karena sudah menentang guru mereka. Jurus Kumbang Laga bisa menyerang dari posisi jarak yang jauh. Ramandika meski baru pertama kali berhadapan dengan para pendekar itu, ia tetap bersikap tenang dan tidak merasa takut.
1032.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai kamen rider kumbang
Baca
+Pustaka
Sang Penakluk Dewa

Sang Penakluk Dewa

Tapi Kuncoro telah lebih dulu melesat menghunuskan tebasan pedang. Wush! Sring Cruuuuat! Aaaaa! Kepala Kumbala tanggal terlepas dari tubuhnya, dia tewas mengenaskan dari musuh yang tidak pernah dirinya kenal. “Hahaha, menjauh katamu? Kau kini telah menjauh ke alam baka, sialan,” Kuncoro tertawa. Tumenggung Bayangkara tidak bisa tidak menelan ludah menyaksikan kematian Kumbala.
9.367.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai kamen rider kumbang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status