Pesona Istri Yang Kuabaikan
Jika tak ada supir di depan sana, sudah aku terkam sekarang juga.
"Bener!"
Senyum kembali mengembang di wajahnya, kepalanya sedikit melongok keluar untuk menikmati terpaan angin yang berasal dari lautan.
Tiba di rumah Kakek, kami disambut dengan hangat. Di rumah besar itu, hanya Kakek dan nenek, serta beberapa orang yang membantu menjaga rumah tersebut. Mama adalah anak tunggal. Keluargaku sepertinya bukanlah keluarga besar, Mama yang hanya anak tunggal, Papa yang hanya dua bersaudara, dan akupun juga dua bersaudara. Kelak jika bisa, aku ingin memiliki keturunan yang banyak dengan Syifa agar tidak kesepian di hari tua.