Malam Pertama dengan Orang yang Tak Dicinta
“Kalau mencuri, kayaknya nggak mungkin. Tahu sendiri, Bapak itu punya bawahan preman-preman kan? Nggak ada yang berani mencuri ke sini.”
Penjelasan masuk akal itu baru disadari oleh Afsana. Ia jadi merinding dan mengingat lagi kejadian tadi sore.
“Terus, siapa yang berdiri malam-malam di luar jendela sana, Mas? Kalau orang gila, nggak mungkin bisa masuk kan?”
“Kamu benar, melihatnya?” Deryl menegaskan sekali lagi.
“Kalau aku nggak melihatnya, mana mungkin aku sampai ketakutan seperti tadi?”