Misi sang Pembuka Gerbang
~~~~~~~~~~
Dalam dimensi Silver Gorffennaf, jiwa senjata suci yang tengah menunduk dan bersandar di tembok putih itu pun terhenyak sesaat.
‘Teman ya ….’ batin Gorfen.
Dia membuka mata, kemudian mengangkat sedikit kepalanya. Pria bermata perak itu menatap lurus ke depan, seperti melihat sesuatu yang jauh.
‘Maaf Viole, aku tak bisa menjangkau panggilanmu. Bloodyhton ini … menghalangiku,’ batin Gorfen, rahangnya mengeras.
Sorot mata pria itu tampak datar. Namun, terlihat tak berdaya. Sebuah tulisan acak berwarna merah tergambar, melingkar di leher Gorfen, seolah mencekiknya.
Bab Populer