Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tanpa Restu

Tanpa Restu

Pov: Aku duduk di depan rumah, memandang birunya langit,merasakan sejuknya hembusan angin,dan menikmati suasana sore yang mententramkan hati dan pikiran. Evan pov: Setelah aku lelah bermain bola di sebuah lapangan di kampung sebelah, aku memutuskan untuk pulang ke rumah, dengan nafasku yang terengah- engah dan keringatku yang bercucuran aku berjalan, namun kakiku terhenti saat aku melihat wanita yang cantik parasnya,aku terus memandanginya di sebalik pohon.
4.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai kure-nai
Baca
+Pustaka
Kevin & Kirana

Kevin & Kirana

Dengan cepat Kevin mendobrak pintu gudang tersebut sampai pintunya terbuka. Kevin membulat kan matanya terkejut. "KIRANA!!!!!" *** See you next chapter guys!!💖💖 Gimana ceritanya seru ga? Pastinya seru dong hehehe:v Jan lupa vote dan komennya ya! Dan jangan lupa juga share cerita ku ini ke teman-teman, tetangga, dan juga keluarga kalian ya! #chuapchuap dari author Bye💖
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai kure-nai
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

Arrgh, padahal aku penasaran banget gimana rekasi si Yi Kyung asli yang jahat itu. “Jana, cepetan turun makan,” teriak tante Anna dari bawah. “Iiya, Tante,” aku langsung mematikan laptop dan mengubur sejenak rasa penasaranku dari drama korea yang baru setengah kutonton, Bride Of The Century, waktunya makan.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai kure-nai
Baca
+Pustaka
KAMASEAN

KAMASEAN

Sean menerima kartu itu dengan raut wajah dingin. Ketika hendak berbalik badan, pintu rumah yang sedari tadi tertutup itu pun membuka. Tampaklah seorang wanita paruh baya yang keluar dari sana. “Sean, kamu dari mana saja, Nak? Bukannya kamu sedang sakit? Kenapa malah keluyuran di luar?” ujar wanita itu yang tidak lain adalah Kinara, ibunya Sean. “Sean tadi keluar untuk berobat, Bu,” jawab Sean. Ia sengaja berbohong, karena ia tidak mungkin menyebut nama Frans kembali di hadapan sang ibu, atau di hadapan siapapun.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai kure-nai
Baca
+Pustaka
Kuranji

Kuranji

kata Pendekar Sabuk Maut sambil menyingkirkan Pendekar Pedang Kilat dari atas tubuhnya. “A–ayo!” Keduanya merangkak kabur tanpa menoleh lagi ke belakang. Kirai membersihkan luka Mahzar dengan sehelai sapu tangan berwarna kuning gading miliknya. Sapu tangan tersebut berhiaskan sulaman seekor burung kuau raja pada salah satu sudutnya. “Isst.” Mahzar meringis menahan perih. “Pakai ini!” kata Kuranji, datang menyodorkan sekantong kecil ramuan herbal kering.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai kure-nai
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

"Ini ... kok mirip punya Papa?" Mariana mengamati sebuah kunci dengan gantungan yang tak asing baginya. Sebuah benda yang terbuat dari besi berwarna perak, dengan ukiran kanguru dan nama negara di bawahnya. Sedangkan saat dia melihat bagian belakang benda itu, Mariana cepat melepaskan dan membungkam mulutnya sendiri dengan telapak tangan. Dia menggeleng kuat, tak kuasa membayangkan lebih jauh tentang suaminya.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai kure-nai
Baca
+Pustaka
Atasanku Menggodaku

Atasanku Menggodaku

Aku bukan orang asli sini. Orang tuaku di kampung membuka sebuah pabrik dan keluarga kami termasuk cukup kaya. Karena itu, Kai berencana memeras keluargaku lewat aku! Di gudang itu, sudah dipasang beberapa kamera. Kai memaksaku minum segelas minuman. Setelah itu, dia mulai membuka pakaiannya sambil berkata, "Luna. Nanti, semua rekaman saat aku bermain denganmu akan kukirim ke orang tuamu. Kalau mereka nggak mau bayar, aku akan sebarkan ke internet!"
18.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 646 kali sebagai kure-nai
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status