Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Kakak Buat Aku Tergila

Sang Kakak Buat Aku Tergila

Wanita tua tadi melangkah mendekat. "Sudah cukup," ucapnya lembut. Satu tangannya menyapu lembut pundak suaminya. Mereka menatap Aluna dengan mata yang mulai berkaca-kaca. "Kami… bukan orang asing." Aluna termangu, sedangkan Arjuna langsung menoleh. Pria tua itu akhirnya berkata dengan suara yang jauh lebih pelan dari sebelumnya. "Aluna…" ia berhenti sejenak, "…kami kakek dan nenekmu."
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai lagu burung kakak tua
Baca
+Pustaka
Jaring Cinta Sang Bodyguard

Jaring Cinta Sang Bodyguard

"Malah makin kacau. Lainnya coba." "Kera." "Domba," sela Linggha. "Anoa," timpal Ivan. "Kecoa," balas David. "Burung Kakak tua. Nemplok di jendela. Heru sudah tua. Duda selamanya." Baskara bernyanyi, kemudian dia bangkit dan jalan menjauhi tinjuan sahabatnya.
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai lagu burung kakak tua
Baca
+Pustaka
REUNI

REUNI

tegurnya membuat keningku berkerut. "Kok burung kakak tua?" "Kan kalau burung kakak tua hinggapnya di jendela, kayak elo," ujarnya lantas tertawa sampai miring-miring. Serius, padahal nggak lucu. Selera humornya receh banget. "Lo mau ngapain? Mau nyolong mentimunnya ibu ya?!" tuduhku seraya melotot. "Yee! Emangnya gue kancil!"
1015.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 330 kali sebagai lagu burung kakak tua
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Yuli F. Riyadi
Halooo, Selamat Datang di Goodnovel. Ini cerita keempatku di sini. Semoga kalian suka membaca kisah Wina-Tama-Giko-Danar. Mereka akan menemani kalian tiap hari hingga tamat. Yuk! ramaikan dan jangan lupa tinggalkan review lima bintang .........
arwa
biasanya aku kurang suka baca cerita yg ceritanya cuma dr sudut pandang satu doang,,,tp ini lain,rasanya harus lanjut baca terus,bagus si,sayang nemu cerita ini baru,,,, habis ini enaknya lanjut cerita yg mana kak??
Baca Semua Ulasan
Diasuh Bos Besar

Diasuh Bos Besar

Cuping telinga Andika seketika memanjang, tatkala musik lagu jaman tempoe doeloe mulai terdengar mendayu-dayu ditelinganya. “Lagu ini? Bukankah lagu jadul? Emangnya kamu tahu lagu beginian, hei mantan penjual gorengan?” Sungut Andika penuh rasa heran dan balik bertanya. “Itu lagu kakek nenek kita waktu masih remaja, Dika! Tebaklah kalau kamu memang tahu!” Balas Alisa dengan tenang. “Judulnya... Kolam Susu!” Dengan ragu-ragu Andika menjawab.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai lagu burung kakak tua
Baca
+Pustaka
Aku Mundur Kau Hancur, Bang!

Aku Mundur Kau Hancur, Bang!

Bab 71. Ranjang Mesum di Kamar Elma “Padiku nya, Kak, bukan burungku yang mau kujaga. Biarlah, hari ini berpesta burung itu makan padiku. Daripada permainku jadi janda. Tak selamat dunia akhiratku karena disumpahi abang tuaku, Kak.” “Ya, sudah! Cepatlah kau datang!” “Iya, Kak, datangpun aku.”
10146.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai lagu burung kakak tua
Baca
+Pustaka
Kakak Beradik 

Kakak Beradik 

Tak lama kemudian, air matanya pun menetes. Ada orang yang mengatakan bahwa tahi lalat itu menandakan nasib buruk dari kehidupan sebelumnya. Namun, aku merasa nasibku lebih buruk di kehidupan saat ini. Di bagian belakang foto, ada satu kalimat yang tertulis setelah aku pindah ke sini. "Nenek, kamu menipuku lagi. Bukan hanya seorang ibu yang baik di dunia ini. Aku pernah mencintainya, tapi dia sama sekali tidak sayang padaku."
9.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 361 kali sebagai lagu burung kakak tua
Baca
+Pustaka
Kakak Ipar Adalah Maut

Kakak Ipar Adalah Maut

Ujar si wanita tua itu pada keduanya. “Iya Nek, eh enggak Nek, lagi dapet.” Jawab Zeba, berbohong. Calya hanya diam menahan tawa mendengar jawaban Zeba. “Ya udah …” wanita tua itu berjalan lagi meninggalkan mereka berdua lalu seorang wanita muda mendekati mereka. “Maaf ya Kak, nenek saya pikun kalau ada orang selalu diajak sholat.”
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai lagu burung kakak tua
Baca
+Pustaka
Menikahlah dengan Mama, Tuan CEO

Menikahlah dengan Mama, Tuan CEO

"Benarkah? Di mana Paman memeliharanya? Kalau punya Kakek, pasti burung itu sudah terlalu tua dan mati. Kakek memeliharanya dulu sekali, sewaktu Papa masih kecil. Bagaimana dengan burung pipit Paman Russell? Apakah dia masih hidup?" Sementara yang lain tertunduk menahan geli, Frank meringis. Ia berbisik kepada sang istri, "Kau tahu kalau punyaku belum mati, kan? Kau baru bermain bersamanya semalam. Meskipun dia sudah agak tua, performanya masih seperti anak muda." Kara mengangguk kecil. "Ya, kau tidak perlu khawatir, Frank. Burung pipitmu masih sangat gagah."
1018.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 629 kali sebagai lagu burung kakak tua
Baca
+Pustaka
OBSESI BERGAIRAH

OBSESI BERGAIRAH

"Selamat sore." Pria tua itu berdeham samar. Gontai melewati Demiral melihat ke bawah yang mana telah banyak burung gagak berkerubung pada tubuh kawanan mereka yang mati. Menjerit melengking kawanan burung hitam lambang kesialan itu, berputar-putar resah memanggil kawanan mereka yang lain untuk datang. "Lihatlah itu, kau membunuh salah satu dari mereka. Para burung gagak itu akan menuntut balas."
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai lagu burung kakak tua
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status