Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Selìni

Selìni

"Berhati-hatilah, pulang sebelum gelap!" - Deru angin senja menerpa wajah berkeringat Elea, napasnya kepalang ngos-ngosan kala berlari menuruni lembah. Sial, ia tidak menemukan apapun. Sudah lama sejak ia berangkat tadi dan sampai sekarang tidak satupun hewan didapat– bahkan melihat saja pun tidak! Boro-boro, seekor reptil saja pun tak nampak!
960 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as lamia vore
Read
+Library
Dicintai Dengan Ugal-ugalan

Dicintai Dengan Ugal-ugalan

"Aku bukan kelinci." Dengan lembut, Shaka langsung menarik Lirea ke dalam pelukannya sembari menggigit bibirnya. "Kamu monster kecil." Lirea segera menepis bibirnya! Detik berikutnya, ia berseru, "Aahh... aku dimakan oleh serigala!" Di layar, ia tidak bisa mencegah serangan dari serigala besar, karena ia benar-benar luluh lantak melawan Shaka. Kemudian ia meletakkan tablet di tangannya dan memelototi Shaka dengan marah.
107.7K viewsOngoingAdded to Library 308 Times as lamia vore
Read
+Library
My Luna

My Luna

tanya Gamma membuat Ghina kembali menatapnya penuh takut. Ghina kembali mengeratkan pelukannya. “Tapi lo bilang kalau lo Werewolf!” seru Ghina. “Bukankah kamu meragukan ucapanku?” tanya Gamma lagi-lagi dengan seringainya. “Enggak! Lo pasti Werewolf. Gak mungkin manusia biasa bisa panjat pohon setinggi ini dalam waktu singkat!” seru Ghina lagi menepis ucapan Gamma. “Lalu?” tanya Gamma. “Lo juga bilang kalau gue Mate lo! Jadi gak mungkin banget kalau lo biarin gue mati—heup!”
104.7K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as lamia vore
Read
+Library
Menjadi Kekasih Alpha yang Tsundere

Menjadi Kekasih Alpha yang Tsundere

"Terserah kau saja. Yang penting kau tidak berbuat kekacauan di rumah ini." . . . . . "Hm, bau delima." Damian mengendus aroma wangi yang menguar di sepanjang lorong panjang rumah Lucas tersebut. "Ah, bercampur. Ada delima, persik, anggur, dan melon. Hm, ini bukan bau makanan. Ini... feromon." Hasrat Damian naik seketika. Mau bagaimana pun juga, Damian adalah pria normal. Seorang werewolf bertipe Beta yang akan tergoda bila mencium aroma feromon dari Luna atau omega lainnya.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 143 Times as lamia vore
Read
+Library
My Villain Gentleman

My Villain Gentleman

Senyum Pierro merekah melihat mata Vierra yang mengerjap-ngerjap gemas. “Jangan berani lagi mendekatinya!” sentak Liora kala Pierro hendak mendatangi Vierra. “Apa maksudmu? Kenapa?” “Kenapa?!” Liora tertawa getir. Dadanya benar-benar terasa sakit. “Berapa wanita hamil yang telah kau bunuh selama ini, Pier?” Tubuh Pierro seketika menegang. Wajahnya berubah pucat.
9.9128.7K viewsCompletedAdded to Library 3.5K Times as lamia vore
Show Reviews (91)
Read
+Library
Demigoddess
Thank you verry much for the awesome and incredible story for My Villain Gentleman Kak Author Melly.... Manisnya, sadisnya, sedihnya, kejamnya, dendamnya dan gentlemannya dapet semuanya di dukung dgn visual yg ruarrr biasaaaaaa keren WOOWWWW....bagus banget...RECOMENDED BANGET buku ini GoodFelas !!!
Ami tsamarat
lanxer tengil usil jahil kocak somplak...gavlio seperti gak gtu dah hahhahaha...lanxer beneran anak nya gavlio gak nih... teman main nya harimau putih astaga... gemesin si lanxer..pria balita...duh anak kami gav ...tukang ngeles ada aja jawaban nya.. nih si pie jatuh cinta sma uncle pierro nya nih
Read All Reviews
Luna dalam Lara

Luna dalam Lara

"Oh, jadi kau tahu. Jadi kau tahu Luna itu adalah Lidya, gadis desa yang kutinggalkan? Dan kau membelanya? Kau tahu, dia itu pelacur, Damon! Dia wanita rendahan yang pantas diperlakukan seperti itu!" Kata-kata Rizal seperti belati bagi Damon. "Jangan pernah berani menyebut dia seperti itu lagi," desis Damon, matanya berkilat marah. "Kau adalah pria yang rendahan, Kak. Kau yang harus bertanggung jawab." "Aku akan memberinya pelajaran," geram Rizal. "Aku akan memastikan dia menyesal. Dan kau, Damon, kau pengkhianat. Kau memilih seorang pelacur daripada darah dagingmu sendiri!"
10837 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as lamia vore
Read
+Library
BENIH KAKAK IPAR

BENIH KAKAK IPAR

Dia berusaha untuk melepaskan ikatan pada tangan dan kakinya. “Teriak saja. Tempat ini terpencil dan tidak ada yang tahu.” Viona berjalan semakin mendekati Lira. “ Kamu tahu ini apa? Jika cairan ini mengenai kulit wajahmu, tentu akan merasa panas dan melepuh. Air keras ini akan membuat amarahku padamu seolah terbayar lunas.” Viona kembali tertawa. Suaranya yang membahana membuat Lira semakin ketakutan setelah mengetahui air yang dibawa wanita itu. “Jangan lakukan itu, Nyonya, saya mohon ….” Lira menunduk untuk melindungi wajahnya. Bayangan film psikopat kini kembali menari di benaknya.
9.614.0K viewsOngoingAdded to Library 448 Times as lamia vore
Read
+Library
DILAMAR MALAIKAT MAUT

DILAMAR MALAIKAT MAUT

Irma terkejut melihat luka dipelipis mataku, "Matamu kenapa Mal?" "Ah, tidak apa-apa, hanya luka sedikit. Anisanya Mana?" "Oh, iya baru saja tertidur pulas dikamar. Aku lihat sepertinya Anisa semalaman tidak tidur. Matanya terlihat bengkak dan tubuhnya lemas, dan dibibirnya terdapat bekas luka pukulan ata hantaman benda tumpul yang sepertinya cukup keras."
103.6K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as lamia vore
Read
+Library
The Blue Moon Mate (Werewolf Indonesia)

The Blue Moon Mate (Werewolf Indonesia)

Willian bangkit dan kembali menyerang Livia, hanya butuh beberapa pukulan untuk menyerang wanita itu, dan membuat tubuhnya terhempas ke tanah dengan sangat kuat sehingga menciptakan lubang besar di tempatnya jatuh. Willian melayang di atas tubuh Livia yang nampak remuk karena serangannya, muncul seringai kejam dari bibir vampire separuh iblis itu. “Sangat di sayangkan...wanita sepertimu harus menjadi debu.” Ujar Liam menakutkan dengan seringainya. “Aku tidak akan mati semudah itu...” Jerit Livia berusaha menggunakan sihirnya untuk melarikan diri.
9.623.9K viewsCompletedAdded to Library 763 Times as lamia vore
Read
+Library
Sayap Tersembunyi : Misi Rafael

Sayap Tersembunyi : Misi Rafael

Di depannya, makhluk besar dari dimensi lain bergerak maju, menyerang dengan kekuatan yang luar biasa. “Ini hanya ilusi,” kata Liam pada dirinya sendiri, mencoba menenangkan pikirannya. “Aku harus tetap fokus.” Makhluk itu menyerang dengan cakar besar, dan Liam mengangkat Primordial Lumina untuk menangkisnya. Tapi setiap serangan terasa nyata, dan rasa sakit yang dirasakannya tidak berkurang sedikit pun. “Aku tidak bisa kalah di sini,” gumam Liam. “Aku harus bertahan, untuk Elena, untuk dunia.”
101.7K viewsCompletedAdded to Library 62 Times as lamia vore
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status