Pemuas Hasrat Liar Tuan Mudaku
“Oh itu, pesawatku sudah lepas landas, Nin. Aku ketinggalan, soalnya tadi aku nungguin tante dan pamanku ke sini. Katanya, mereka mau mendampingiku ke sana. Sekarang mereka udah sampai di Jakarta. Ini sekarang aku mau pergi ke bandara. Kami naik jet pribadi ke kampung kamu, Nin.”
Nina seketika menghela napas lega. Hilang sudah rasa kecewanya. “Kirain kamu batal datang, Mas.”
“Aku pasti datang, sayang. Telponnya aku matiin sekarang ya. Aku mau jalan nih.”
“Iya, sayang. Hati-hati di jalan, Mas.”
*