Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan
"Makasih ya kuenya, Bel. Duduk dulu."
Mereka berempat duduk melingkar di karpet.
"Emang kenapa, Kak?" tanya Dimas penasaran, melihat tablet Arka.
"Aku lagi susun rencana pendidikan Amara," jelas Arka. "Nia bilang ini berlebihan. Menurut kamu gimana?"
Dimas melihat daftar itu dan garuk-garuk kepala. "Waduh... berat juga ya. Piano, Mandarin, Berkuda? Saya dulu umur segitu cuma tau main layangan, Kak."