Pembantu Rasa Nyonya
Aku memilih mensejajarinya.
“Iya, kenapa? Papi juga penasaran.”
Senyum Amelia mengembang. Mungkin karena mendapati wajah ketat Papinya berangsur luruh, dan sekarang berganti dengan penasaran. Dia menenggakkan badan, terlihat mulai santai dan percaya diri.
“Amelia kan tidak mau kalau nanti menikah dan gagal. Amelia ingin menikah satu kali untuk selamanya,” ucapnya dengan yakin. Menyisakan aku dan Mas Suma saling melempar pandangan merasa tersindir.